Dari Kaliurang ke Dunia: Perjalanan Setan Alas!

Diskusi Film Setan Alas di Sekolah Vokasi UGM
Sumber :
  • Dok Humas UGM

VIVA Jogja - Di tengah derasnya arus film horor Indonesia, muncul sebuah karya yang lahir dari ruang akademik namun mampu menembus panggung internasional. Setan Alas! (The Draft!), film garapan Yusron Fuadi, bukan sekadar tontonan yang menghadirkan ketegangan, melainkan sebuah proyek kolaboratif yang mempertemukan dunia pendidikan, masyarakat, dan industri kreatif dalam satu wadah besar.

img_title Pesona Batik Gunungkidul Menyatu dengan Alam dalam Fashion Show 2026

Awal mula film ini berangkat dari sebuah tantangan yang diberikan pimpinan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka mendorong pengembangan laboratorium multimedia agar tidak berhenti pada teori, tetapi menghasilkan karya nyata. Tantangan itu diterjemahkan Yusron menjadi proyek film yang melibatkan sekitar 70 orang, sebagian besar mahasiswa. Proses pengambilan gambar dilakukan selama sepuluh hari di sebuah vila tua di Kaliurang. Lokasi yang dingin dan berkabut memberi atmosfer alami bagi film bergenre horor ini. Namun, cuaca menjadi kendala utama. “Hujan menjadi tantangan tersendiri. Separuh kru adalah mahasiswa, jadi kadang ada yang belum tahu teknisnya. Di situ kami saling belajar,” ungkap Yusron.

Nama Setan Alas! sendiri lahir dari refleksi atas keberagaman bahasa umpatan di Indonesia. Yusron ingin menghadirkan judul yang komunikatif, mudah diingat, sekaligus mencerminkan nuansa lokal. Lebih dari itu, film ini adalah hasil kerja bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk ratusan siswa SMK dari Yogyakarta dan Solo. “Ini filmnya orang banyak, elemen masyarakat yang banyak, dan film ini juga komunikatif dengan penonton,” tambahnya.

img_title Kebudayaan Jogja di Persimpangan: Antara Ekspresi, Pasar, dan Ruang Warga

Durasi film 84 menit ini mengisahkan lima mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan. Alih-alih mengandalkan jumpscare, Setan Alas! membangun ketegangan lewat konflik, prasangka, dan dinamika psikologis antartokoh. Pendekatan ini membuatnya berbeda dari horor arus utama, dan justru mendapat apresiasi tinggi. Film ini meraih penghargaan Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing dalam JAFF Indonesian Screen Awards 2023. Sutradara Joko Anwar bahkan menyebutnya sebagai horor Indonesia yang “Amazing, Awesome, dan Mindblowing.” Di tingkat internasional, Setan Alas! diputar perdana di Fantastic Fest 2024 di Texas, lalu berlanjut ke London dan Toronto.

Halaman Selanjutnya
img_title