Sidowarno, Desa Ikonik Wayang yang Mendunia

Wayang menjadi ikon desa wisata Sidowarno, Klaten
Sumber :
  • VIVA Jogja/Kemenparekraf RI

“Setelah pulang dari Jakarta masih mengikuti Lomba KBA Inovasi lolos sebagai Juara 3 kategori Kriya Budaya tingkat nasional,” ujar pria bernama asli Sunardi ini.

img_title Sopir Truk di Klaten Setubuhi Anak Juragan hingga Hamil 8 Bulan, Ditangkap Polisi

Ilmu menatah wayang pun diturunkan kepada anak-anak di desa ini. Puluhan anak-anak dilatih natah wayang, yaitu tatah sungging dan pendidikan menari setiap hari Kamis.

“Sedangkan untuk anak PAUD dan TK kita berikan edukasi menggambar wayang. Tujuannya agar budaya wayang tidak punah dan untuk menanamkan kepada anak untuk mencintai budayanya sendiri, sekaligus mengurangi anak bermain HP,” ungkap Baron, yang juga menjabat Koordinator Desa Wisata Sidowarno.

img_title Polisi Bongkar Kasus Kekerasan Seksual Anak di Klaten, Ayah Tiri Ditangkap Usai Video Terungkap

Omah Wayang di Desa Sidowarno

Photo :
  • VIVA Jogja/dok Desa Sidowarno

Mengapa memilih ciri khas kulit kerbau? Kata Baron, kulit kerbau sengaja dipilih karena memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap panas dan dingin. Bahan baku kulit kerbau ini didatangkan dari NTT dan Toraja Sulawesi.

img_title Polisi Bongkar Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Modus Tangki Siluman hingga Penimbunan Terungkap

Produksi wayang Sidowarno yang berkualitas baik rupanya menaruh minat sejumlah dalang terkenal. Terutama dalang dari Jawa Timur, seperti dari Ponorogo, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Gresik, Jember, Banyuwangi. Termasuk dalang kondang Manteb Sudarsono, Anom Suroto dan Bayu Adji.

“Harga satu set wayang dengan jumlah minimal 170 anak wayang cukup variatif. Tergantung dari bahan pewarnaannya. Seperti pewarnaan yang menggunakan broom baru Rp150 juta hingga Rp200 juta. Sedangkan yang menggunakan pewarnaan emas harganya bisa mencapai hampir Rp1 miliar,” jelas Baron.

Produk wayang pun sudah go international, sampai ke beberapa Negara, seperti Korea Selatan, Spanyol, Jepang dan Swiss, yang dipasarkan melalui para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negara tersebut.

Karena menjadi desa wisata, Sidowarno memiliki keunggulan dalam paket eduwisata terkait workshop pembuatan wayang seperti workshop pengerokan, penatahan, dan pelukisan. Desa ini juga memiliki keunggulan kriya lain seperti seni kaligrafi, seni payet(hiasan baju pengantin jawa), dan kriya eceng gondok.

Desa wisata wayang ini cocok dikunjungi ketika libur anak sekolah, dan dijadikan salah satu pilihan eduwisata dalam mengisi libur anak karena anak dapat belajar terkait wayang beserta kegiatan outbound lainnya seperti jemparingan, permainan tradisional dalam paket yang disediakan pihak pengelola.

Halaman Selanjutnya
img_title