Beyond Craft: “TATAH” Exhibition Elevates Jepara Carving to the Global Stage ‎

Ketua DPRD Jepara Agus Sutiana Saat Tinjau Langsung Mahakarya "TATAH JEPARA" di Museum Nasional
Sumber :
  • Vivajogja. ist

JAKARTA, VivaJogja –‎ Ketua DPRD Kabupaten Jepara menghadiri pembukaan Pameran Seni Ukir “TATAH” bertajuk Suluk–Sulur–Jepara yang digelar di Museum Nasional Indonesia, Rabu (30/04).

img_title Bupati Witiarso Usulkan APBD 2027 Rp2,5 Triliun, Lima Isu Strategis Jadi Prioritas

‎Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian sekaligus pengembangan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya bernilai tinggi.

‎Pameran yang berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026 ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya, Pemerintah Kabupaten Jepara, Rumah Kartini Jepara, serta Dekranasda.

img_title IJD Karimunjawa 2026 Digelontor Rp55 Miliar, Pemkab Jepara Kawal Pembangunan Jalan

Kegiatan ini dirancang sebagai pameran berskala nasional dalam format trilogi selama tiga tahun berturut-turut.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menegaskan bahwa seni ukir bukan sekadar produk kerajinan, melainkan identitas dan warisan leluhur masyarakat Jepara yang telah hidup selama berabad-abad.

img_title Jelang Pilpet 2026, Bawaslu Jepara dan Kejari Perkuat Sinergi Pencegahan

‎“This exhibition is a strategic step to elevate local heritage to the national and even international stage (Pameran ini menjadi langkah strategis untuk mengangkat warisan lokal ke pentas nasional bahkan internasional),” ujarnya.

‎Ia menambahkan, karya-karya yang ditampilkan mencerminkan keahlian tinggi, kecerdasan tradisional, serta nilai filosofis yang mendalam. Pada tahun pertama, tema Suluk menitikberatkan pada eksplorasi teknik ukir dalam berbagai bentuk, mulai dari mebel, patung, relief, hingga dekorasi ruang dan kerajinan.

‎Lebih lanjut, kegiatan ini dinilai penting dalam memperkuat posisi Jepara sebagai world carving center. Selain melestarikan budaya, pameran ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pembukaan peluang pasar baru, menarik investor, serta memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor.

‎“Ini juga menjadi momentum menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni ukir sekaligus memastikan keberlanjutan tradisi,” tambahnya.

‎Pameran “TATAH” turut diramaikan dengan berbagai agenda pendukung seperti diskusi, peluncuran buku, tur galeri, hingga pemutaran film bertema Raden Ajeng Kartini. Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku industri, kolektor, hingga masyarakat umum.

‎Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjadikan Jepara sebagai kota kreatif berbasis budaya.

‎Di akhir acara, Ketua DPRD mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung para perajin dan seniman ukir Jepara.

Halaman Selanjutnya
img_title