Panen Raya Sukoharjo Jateng Yakin Jadi Lumbung Pangan Nasional
- Ist/VIVA Jogja
SUKOHARJO, VIVA Jogja - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, optimis target produksi padi 2025 sebesar 11,8 juta ton dapat tercapai, didukung perkiraan luas lahan tanam 2,31 juta hektare.
Data hingga April 2025 menunjukkan Jawa Tengah telah memanen 4,09 juta ton dari 716 ribu hektare lahan.
Mengingat kontribusi signifikan Jateng dalam produksi padi nasional pada tahun 2024 (16,73%), target 2025 dinilai realistis.
Keyakinan ini disampaikan saat menghadiri panen raya di Sukoharjo, Senin (7/4/2025), yang merupakan bagian dari panen serentak nasional.
"Hingga April 2025, Jateng mencatat panen 4,09 juta ton dari 716 ribu hektare lahan," ungkap Gubernur Luthfi.
Luthfi menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, TNI/Polri, dan pihak terkait, untuk memperkuat posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.
Untuk mewujudkan Jateng sebagai pilar pangan nasional, tantangan seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim tetap menjadi perhatian.
"Langkah-langkah mitigasi, termasuk stabilisasi harga dan penanganan hama, telah diupayakan. Presiden mengapresiasi capaian Jateng dan berharap menjadi pendorong bagi daerah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan," paparnya lebih lanjut.
Kegiatan panen di Sukoharjo ini menjadi bagian dari gerakan panen serentak nasional yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Jawa Barat.
Presiden sendiri memberikan pujian atas capaian Jawa Tengah dan berharap hal ini dapat menginspirasi daerah lain dalam upaya mencapai kemandirian pangan.
"Sangat luar biasa jika target ini dapat tercapai. Saya yakin ini akan menjadi semangat bagi kita semua. Jika kita memiliki kemampuan untuk mengamankan hasil panen kita, maka gejolak yang terjadi di luar negeri tidak akan terlalu berpengaruh pada kita," tandas Prabowo.