Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Memasuki Hari Ketiga, SAR Perluas Penyisiran
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Operasi pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, memasuki hari ketiga, Rabu (21/1/2026).
Tim SAR gabungan memperluas wilayah penyisiran dan mulai memaksimalkan pemantauan udara setelah kondisi cuaca berangsur membaik.
Sejak pagi hari, seluruh unsur SAR telah bersiaga di Posko Operasi untuk melakukan evaluasi taktik pencarian. Perubahan strategi dilakukan menyusul hasil penyisiran dua hari sebelumnya yang belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Koordinator SAR Pos Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, mengatakan pada hari ketiga ini tim fokus memperluas radius pencarian ke sejumlah sektor baru yang sebelumnya belum tersentuh secara maksimal.
“Area pencarian kami perlebar, terutama di jalur-jalur ekstrem dan blank area yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujarnya.
Berbeda dengan dua hari sebelumnya, kondisi cuaca yang lebih bersahabat memungkinkan tim untuk mulai mengoptimalkan penggunaan drone.
Pemantauan udara difokuskan pada tebing terjal, punggungan bukit, hingga lembah-lembah yang tertutup vegetasi rapat.
“Drone kami manfaatkan untuk menyisir tebing, jurang, dan jalur rawan. Dari udara, pengamatan bisa lebih luas dan detail,” kata Yohan.
Selain pemantauan udara, pencarian melalui jalur darat tetap menjadi prioritas utama. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah regu penyisiran yang dibagi ke beberapa sektor, dengan fokus di sekitar Point Last Seen (PLS) serta jalur-jalur turun yang berpotensi dilalui korban.
Penyisiran dilakukan secara vertikal dan horizontal dengan teknik mountaineering mengingat kontur Bukit Mongkrang yang didominasi tebing curam, jalur licin, serta vegetasi tinggi.
“Medan sangat berisiko, sehingga seluruh personel kami lengkapi dengan peralatan keselamatan standar. Prosesnya harus hati-hati, tapi tetap menyeluruh,” jelas Yohan.
Area pencarian juga diperluas hingga ke wilayah Jeblok dan Sekipan, termasuk sejumlah jalur alternatif yang kerap digunakan pendaki. Perluasan sektor ini dilakukan berdasarkan analisis peta jalur dan potensi pergerakan korban.
Yohan menegaskan tim SAR tetap mengedepankan prinsip profesional dan tidak berspekulasi terkait penyebab korban hilang. Seluruh upaya difokuskan pada pencarian teknis dan pembersihan sektor-sektor yang dinilai rawan.