SAR Libatkan Paranormal Cari Pendaki Hilang di Jalur Bukit Mongkrang Gunung Lawu
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Tim SAR gabungan memfasilitasi keterlibatan paranormal dalam pencarian seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar.
Langkah ini dilakukan atas permintaan keluarga korban, di tengah upaya penyisiran yang masih terkendala cuaca ekstrem dan medan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan keterlibatan paranormal dilakukan pada hari kelima operasi pencarian, Jumat (23/1/2026).
Paranormal bersama relawan dan keluarga korban naik hingga Pos 2 Gunung Lawu, dengan pendampingan petugas SAR guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga.
“Kegiatan spiritual ini kami fasilitasi sebagai bentuk empati kepada keluarga korban. Namun pencarian utama tetap menggunakan metode SAR sesuai Standar Operasional Prosedur,” ujar Hendro.
Dalam kegiatan tersebut, ayah korban turut mengikuti rombongan tim spiritual. Sejumlah doa dan ritual dilakukan di beberapa titik yang diyakini memiliki keterkaitan dengan keberadaan korban berdasarkan keyakinan relawan paranormal yang terlibat.
Meski demikian, hingga Jumat siang, belum ditemukan petunjuk maupun barang-barang yang mengarah pada posisi korban.
Proses pencarian masih menghadapi hambatan serius berupa hujan deras, angin kencang, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang di kawasan gunung.
Secara paralel, tim SAR gabungan tetap mengerahkan lima Search and Rescue Unit (SRU) yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Brimob, serta relawan.
Penyisiran dilakukan melalui jalur pendakian, perbukitan, dan sejumlah titik yang dinilai berisiko.
Hendro menambahkan, kondisi fisik personel menjadi perhatian setelah beberapa hari siaga di basecamp. BPBD Karanganyar telah berkoordinasi dengan Puskesmas Tawangmangu untuk memberikan pemeriksaan kesehatan serta suplemen guna menjaga stamina petugas dan relawan.
Sesuai SOP, operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari. Evaluasi lanjutan akan dilakukan setelah masa tersebut berakhir, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan hasil koordinasi bersama pihak keluarga.
BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan terkait pendekatan spiritual yang dilakukan, serta tidak melakukan pencarian mandiri tanpa koordinasi resmi karena tingginya risiko keselamatan di kawasan Gunung Lawu.