Unisri Tancap Gas Tingkatkan SDM, Dosen Didorong S3
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Persaingan perguruan tinggi yang makin ketat membuat kampus harus terus berbenah. Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta memilih fokus memperkuat kualitas sumber daya manusia, termasuk mendorong para dosen melanjutkan studi hingga jenjang doktoral.
Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya saing kampus. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Wakil Rektor III Unisri, Joko Pramono, mengatakan peningkatan kualitas tenaga pengajar menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan kampus.
“Kami ingin kualitas lulusan semakin meningkat. Karena itu dari internal kami dorong penguatan disiplin, budaya kerja, sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya saat bertemu awak media dalam acara buka puasa bersama di Loji Hotel Solo, baru-baru ini.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Joko, kampus berupaya membuka peluang bagi para dosen, khususnya yang masih muda, agar bisa menempuh studi doktoral melalui berbagai program beasiswa.
“Kami terus memotivasi dosen agar meningkatkan studi. Harapannya ke depan semakin banyak yang menempuh pendidikan doktoral,” katanya.
Selain penguatan akademik, Unisri juga menanamkan budaya kerja yang dikenal dengan istilah SUPER di lingkungan kampus.
Konsep ini menjadi semangat kerja yang terus diperkenalkan kepada civitas akademika sebagai karakter kerja bersama.
SUPER merupakan singkatan dari Smart, Ulet, Pintar, Empati, dan Religius. Nilai tersebut menggambarkan cara bekerja yang cerdas, gigih, memiliki kompetensi, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tetap menjunjung nilai keagamaan.
Budaya kerja ini diharapkan mampu memperkuat identitas kampus sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, pihak kampus juga membuka ruang diskusi dengan awak media terkait strategi memperkuat promosi dan citra perguruan tinggi.
“Kami berharap ada masukan dari teman-teman media. Kadang dari internal merasa sudah maksimal, tapi pandangan dari luar tentu sangat membantu,” ujar Joko.
Ia menilai media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pendidikan kepada masyarakat.