Modus Pemerasan Berpura-pura Tertabrak Mobil: Ini Tips Menghindarinya

Tangkapan layar modus pemerasan itu
Sumber :
  • VIVA Jogja/tangkapan layar IG

VIVA Jogja - Modus menabrakkan diri di Bandung kembali terjadi. Seorang netizen bernama @dudisugandi menuliskan kejadian itu di instagram milknya.

img_title Kasus Kursi THL Karanganyar Bergulir, Eks Honorer DPRD H Dicari, Satu Tersangka P19

“Pada tanggal 3 Nov 2024 sekitar pkl 21, di sekitaran Sudirman street Bandung, ada upaya orang memeras dg dalih tertabrak (padahal terekam kamera, dia menabrakkan diri). Cari penjahat ini, dan beri pelajaran, supaya penjahat lain tidak ikut coba coba melakukan kejahatan usang seperti ini. Jangan lupa merekam agar wajahnya teridentifikasi. Saya sharing agar tidak terjadi untuk warga yang lain. Video dari wa grup komunitas. #Moduskejahatan” papar Dudi.

Modus pemerasan dengan cara pura-pura menabrakkan diri ke mobil adalah salah satu bentuk penipuan atau pemerasan yang sering terjadi di jalanan. Dalam modus ini, pelaku berusaha untuk memperoleh uang atau keuntungan lain dengan cara yang tidak sah.

img_title Jual Janji Jadi Pegawai BUMD, ASN Karanganyar Diduga Tipu Korban Rp60 Juta

Berikut adalah gambaran tentang bagaimana modus ini biasanya dilakukan:

Pelaku Menabrak atau Pura-pura Menabrak Diri ke Mobil

img_title Penipuan Digital Sasar Hotel di DIY, PHRI Ingatkan Wisatawan Waspada

Pelaku akan sengaja berlari ke arah mobil yang sedang berjalan atau berputar-putar di sekitar kendaraan, kemudian berpura-pura terjatuh atau menabrak dirinya ke mobil.

Pelaku bisa menggunakan teknik yang terlihat dramatis, seperti terjatuh ke kap mobil atau melompat ke atas mobil.

Tuntutan Ganti Rugi atau Uang Damai

Setelah kejadian tersebut, pelaku kemudian mengklaim bahwa mereka terluka akibat tabrakan tersebut dan meminta pengemudi mobil untuk memberikan uang sebagai ganti rugi atau untuk menghindari kerumunan yang akan menciptakan masalah lebih lanjut.

Dalam beberapa kasus, pelaku bisa berusaha mengancam akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi atau membawa masalah tersebut ke pengadilan, kecuali jika pengemudi membayar sejumlah uang tertentu.

Teknik Manipulasi atau Koaksi

Pelaku sering kali mencoba menciptakan tekanan emosional atau ketakutan pada pengemudi, dengan cara berbicara agresif, memanfaatkan keramaian sekitar, atau dengan menyatakan bahwa mereka akan menghubungi polisi jika tidak diberikan uang.

Sering Melibatkan Rekan-Rekannya

Beberapa kali, pelaku tidak bekerja sendiri. Mereka bisa melibatkan orang lain yang berperan sebagai saksi palsu, atau bahkan berperan sebagai orang yang terlihat "terluka" akibat kejadian tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title