Kebakaran Hebat Rama Billiard & Cafe, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

Kebakaran landa Gedung Rama Billiard & Cafe kerugian ditafsir Rp 20 Miliyar
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Cahyo PE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Kebakaran hebat melanda Gedung Rama Billiard & Cafe di kawasan Mergangsan, Kota Yogyakarta, pada Jumat pagi (3/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Api pertama kali terlihat muncul dari area panggung live musik di sisi timur bangunan sebelum dengan cepat menjalar ke ruang billiard dan area kafe. Peristiwa ini menimbulkan kerugian besar yang ditaksir mencapai lebih dari Rp20 miliar.

img_title Rp200 Juta Melayang, Rumah Warga Nalumsari Hangus Diduga Akibat Tungku Kayu

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan bahwa delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya tersebut juga melibatkan Damkarmat Bantul dan Sleman, serta tim Rescue Ambulance PMI, Puskesmas Mergangsan, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 WIB setelah hampir dua jam berkobar. “Dugaan sementara karena korsleting listrik. Untuk berapa ruangan yang terbakar kami masih pemetaan karena sekarang masih pendinginan,” ujar Taokhid.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Polresta Yogyakarta. Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, menyebutkan bahwa polisi telah meminta keterangan dari dua saksi, yakni SA (23), pekerja bagian dapur, dan RD (27), seorang office boy. Dari keterangan saksi, kebakaran diketahui saat SA menyalakan lampu di ruang dapur dan mendengar suara letupan kecil. Setelah ditelusuri, sumber api ternyata berasal dari panggung live musik. SA kemudian meminta bantuan RD untuk memadamkan api, namun kobaran semakin membesar sehingga keduanya keluar gedung dan meminta pertolongan warga sebelum menghubungi Damkarmat serta melapor ke Polsek Mergangsan.

img_title Pemkot Yogyakarta Perkuat Kapasitas Relawan Kebakaran Abdi Dalem Karaton

Menurut Dani, kebakaran menghanguskan ruang resepsionis, resto, panggung beserta perlengkapan band, 36 meja billiard, serta sejumlah ruangan di lantai atas dan bawah. Meski kerugian material sangat besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Jumlah total kerugian belum dapat dipastikan, namun korban jiwa tidak ada,” tegasnya.

Dari pihak manajemen, teknisi kelistrikan Suwardi menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh seorang office boy yang melihat kobaran di area panggung. Karyawan tersebut sempat berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api dengan cepat membesar. Suwardi menduga kebakaran dipicu gangguan kelistrikan akibat naik turunnya tegangan listrik yang terjadi selama pemadaman bergilir di Kota Yogyakarta. “Meski ada genset otomatis, ada jeda yang bisa merusak alat elektronik. Lonjakan tegangan naik turun bisa jadi pemicu,” katanya. Ia menambahkan bahwa sebagian besar bangunan mengalami kerusakan parah, terutama panggung live musik, resto, lounge lantai dua, serta sejumlah ruangan lainnya. “Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi di dalamnya sudah habis,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Ketua Fraksi NasDem Jepara Padmono Wisnugroho Bantu Korban Kebakaran Rumah Lansia di Ujungpandan ‎