Libur Sekolah 2026, DIY Catat 1,2 Juta Wisatawan
- VIVA Jogja/jogjakartatour.com
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Libur sekolah tahun 2026 menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Pariwisata DIY mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan dengan total sementara mencapai lebih dari 1,2 juta orang. Kabupaten Gunung Kidul muncul sebagai destinasi favorit utama, disusul Sleman, Bantul, dan Kulonprogo. Sementara itu, Kota Yogyakarta masih dalam proses finalisasi data, namun diperkirakan jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga akhir masa liburan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, menjelaskan bahwa pergerakan wisatawan selama tiga pekan terakhir menunjukkan tren yang sangat tinggi. Berdasarkan data per 6 Juli 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi di DIY mencapai 1.259.789 orang. Gunung Kidul mencatat angka tertinggi dengan 568.279 kunjungan, Sleman 447.791, Bantul 156.635, dan Kulonprogo 87.094. Ellya memprediksi hingga akhir periode libur sekolah, total kunjungan bisa menembus 1,7 juta orang.
Meski kepadatan wisatawan tidak terhindarkan, Dinas Pariwisata DIY menegaskan bahwa liburan kali ini bebas dari keluhan klasik seperti tarif parkir liar maupun praktik nuthuk harga makanan. Ellya menekankan bahwa kondisi keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Bahkan, meskipun terjadi kepadatan lalu lintas di kawasan Ring 1 destinasi wisata, khususnya Malioboro, situasi tetap terkendali tanpa insiden yang merugikan citra pariwisata Yogyakarta.
Malioboro, sebagai ikon wisata belanja dan pusat oleh-oleh, tetap menjadi magnet utama. Data menunjukkan sebanyak 305.018 orang memadati kawasan ini sejak 27 Juni hingga 6 Juli 2026. Lonjakan kunjungan tersebut berdampak pada peningkatan volume sampah yang signifikan.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyebutkan bahwa produksi sampah harian yang biasanya berkisar 1–2 ton melonjak menjadi 2,5–4,5 ton per hari selama libur sekolah.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, pihak UPT merapatkan jadwal penyisiran dan penyapuan area pedestrian. Jika biasanya dilakukan 4–5 kali dalam satu shift kerja, selama liburan ini penyisiran dilakukan setiap satu jam sekali. Personel Jogomaton juga dikerahkan untuk mengawasi pengunjung, pemilik toko, dan warga lokal agar tidak membuang sampah sembarangan. Menurut pengamatan, banyak sampah yang tertinggal bukan karena kesengajaan, melainkan kelalaian pengunjung yang lupa membawa kembali minuman kemasan atau sisa makanan setelah berfoto di spot-spot populer.