Wisata DIY Beroperasi Normal Meski Berada di Zona Potensi Longsor

Potensi longsor di destinasi wisata DIY
Sumber :
  • BPBD DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, isu mengenai kerawanan tanah longsor di sejumlah destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi perhatian masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan wisatawan. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata DIY menegaskan bahwa seluruh destinasi wisata tetap beroperasi normal dan aman untuk dikunjungi, meski berada di kawasan yang memiliki potensi rawan longsor.

img_title Libur Sekolah 2026, DIY Catat 1,2 Juta Wisatawan

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs Imam Pratanadhi, dalam Forum Wartawan Unit DPRD DIY bertema “Pariwisata Akhir Tahun di Tengah Cuaca Ekstrem”, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olahan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, terdapat tiga kawasan wisata yang memiliki potensi rawan tanah longsor. Kawasan tersebut meliputi Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk–Imogiri. Di dalamnya terdapat sejumlah destinasi populer yang selama ini menjadi tujuan wisatawan, antara lain Nglinggo–Tritis, Puncak Widosari, Puncak Suroloyo, Sendangsono, Embung Tonogoro, Desa Wisata Tinalah, Desa Wisata Jatimulyo, Nglanggeran, Goa Pindul, Kalisuci, Air Terjun Srigethuk, Goa Jomblang, Desa Wisata Wukirsari, kawasan wisata Mangunan (Becici, Pengger), Imogiri, HeHa Sky View, dan Bukit Bintang.

Menilik catatan kejadian sejak tahun 2023, insiden longsor di destinasi wisata DIY relatif minim. Satu-satunya kejadian tercatat di area parkir Tebing Breksi. Selebihnya, longsor terjadi di luar kawasan wisata sehingga tidak berdampak langsung terhadap operasional destinasi. Meski demikian, beberapa kejadian tetap menimbulkan kerusakan infrastruktur, terutama jalan, yang berpotensi menghambat akses wisatawan menuju lokasi wisata.

img_title Pemanasan Global dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Dinas Pariwisata DIY menekankan bahwa tanah longsor merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, pemetaan kawasan rawan menjadi prosedur standar dalam upaya mitigasi bencana. Pihaknya juga menegaskan bahwa tidak ada penutupan destinasi wisata di kawasan berpotensi longsor. Semua destinasi tetap beroperasi seperti biasa dan aman untuk dikunjungi. Pengawasan dilakukan secara intensif dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, BPBD DIY, Satpol PP, TNI/Polri, pengelola destinasi, serta masyarakat setempat.

Langkah mitigasi yang telah dilakukan antara lain koordinasi dengan pengelola destinasi dan desa wisata untuk memastikan kesiapan menyambut wisatawan, termasuk ketersediaan rambu penunjuk arah dan rambu peringatan, serta memastikan peralatan keselamatan berfungsi dengan baik. Selain itu, pengawasan operasional dilakukan bersama Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota agar pelaku usaha menjalankan SOP sesuai ketentuan. Pemantauan kondisi cuaca di destinasi wisata juga dilakukan secara real-time dengan memanfaatkan kamera CCTV, serta informasi prakiraan cuaca dari BMKG disampaikan secara berkala melalui kanal JITV maupun media lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title BPBD Wonosobo Petakan Jalur Mudik Rawan Longsor dan Siagakan Ribuan Relawan Jelang Lebaran 2026