Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Ayam dan Telur

Isu ompreng MBG non halal
Sumber :
  • Istimewa

BANTUL, VIVA Jogja   Harga ayam broiler dan telur ayam ras di tingkat peternak mulai menunjukkan tren kenaikan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan pasca libur sekolah. Kondisi ini bertepatan dengan berakhirnya bulan Suro, periode yang biasanya ditandai dengan menurunnya aktivitas hajatan sehingga permintaan pangan relatif rendah.

img_title UMY Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Pascagempa NTT untuk Mahasiswa KKN dan Warga

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 14 Juli 2026 mencatat harga ayam broiler naik 4,11 persen dalam sepekan menjadi Rp21.736 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras meningkat 0,66 persen menjadi Rp22.644 per kilogram. Kenaikan ini menandai pemulihan harga setelah sebelumnya sempat anjlok hingga Rp14.000 per kilogram akibat kelebihan pasokan.

Dinda Aslam Nurul Hida, dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menilai kenaikan harga tersebut sebagai dampak dari demand shock musiman. “Fluktuasi harga ini dipicu oleh dua faktor sekaligus, yakni berakhirnya periode Suro dan reaktivasi Program Makan Bergizi Gratis. Kondisi ini menunjukkan bahwa elastisitas penawaran di sektor hulu belum sepenuhnya fleksibel. Karena itu, diperlukan penguatan buffer stock agar perubahan permintaan dalam skala besar dapat diredam secara bertahap,” ujarnya.

img_title Gebyar Kemerdekaan UMY 2026 Meriahkan HUT ke-81 RI, Karnaval Perdana Jadi Simbol Soliditas Kampus

Program MBG sendiri memiliki anggaran mencapai Rp70,2 triliun untuk melayani 61,96 juta penerima manfaat. Skala besar program ini menjadikannya salah satu sumber permintaan pangan terbesar di Indonesia. Dampaknya terasa pada inflasi kelompok volatile food yang tercatat mencapai 6,44 persen.

Namun, menurut Dinda, hal yang lebih penting dari sekadar kenaikan harga adalah bagaimana manfaat ekonomi dari kenaikan tersebut didistribusikan di sepanjang rantai pasok. Ia menekankan perlunya evaluasi transmisi harga agar surplus benar-benar diterima oleh produsen di tingkat hulu, bukan berhenti di tengkulak. “Efisiensi yang berkeadilan dalam rantai pasok sama pentingnya dengan peningkatan volume produksi,” jelasnya.

img_title Mahasiswa KKN UMY di NTT Selamat dari Gempa M7,7, Kampus Pertimbangkan Kelanjutan Program

Dinda juga mengingatkan agar kenaikan harga pangan tidak semata-mata dikaitkan dengan Program MBG. Tekanan inflasi pangan saat ini dipengaruhi oleh berbagai komoditas. Harga ikan segar, misalnya, meningkat akibat naiknya biaya operasional nelayan. Sementara itu, harga bawang putih melonjak di 269 kabupaten/kota pada pekan kedua Juli 2026 karena kendala dalam tata niaga impor.

Halaman Selanjutnya
img_title