Program Strategis Nasional di DIY Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Sosial

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulonprogo
Sumber :
  • Istimewa

img_title Uji Coba MBG Prasmanan di DIY Rampung, BGN Masih Kaji Efektivitas Sebelum Diperluas

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai salah satu wilayah yang aktif dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN). Hingga akhir Juni 2026, berbagai program yang dibiayai melalui APBN telah berjalan dengan capaian yang signifikan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Realisasi ini bukan hanya mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kebijakan nasional mampu menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat daerah.

Salah satu program yang paling menonjol adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah menjangkau sebagian besar sekolah sasaran dengan fokus pada kualitas menu, distribusi tepat waktu, serta standar gizi yang terjaga. Data menunjukkan terdapat 402 Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi dengan 16.513 petugas, 2.448 supplier, dan hampir 889 ribu penerima manfaat. Kehadiran MBG menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan anak-anak di DIY mendapatkan asupan gizi yang memadai, sekaligus mendukung kualitas pendidikan melalui kesehatan yang lebih baik.

img_title Kopdes Merah Putih Tahunan Dicek Jelang Launching, Sarana hingga Kendaraan Dinilai Siap

Selain itu, Koperasi Merah Putih (KMP) yang diresmikan secara nasional pada 2025 kini telah berkembang pesat di DIY dengan kehadiran 438 koperasi. Program ini mendapat dukungan Dana Keistimewaan melalui inkubasi koperasi dan integrasi dalam platform Sibakul. Kehadiran KMP menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada sektor formal, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang berbasis koperasi.

Di sektor perumahan, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap menunjukkan permintaan tinggi. Hingga pertengahan 2026, program ini telah melibatkan 25 perumahan di empat kabupaten/kota dengan pembangunan 142 unit rumah. Program ini melibatkan tujuh bank, empat asosiasi, dan 27 pengembang, sehingga memperlihatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyediakan hunian layak.

img_title Eko Suwanto Kritik Wacana Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ingatkan Risiko Kebocoran Data

Pemerintah juga menghadirkan Sekolah Rakyat di Bantul dan Sleman, yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Saat ini terdapat dua Sekolah Rakyat Menengah Atas dengan jumlah murid 275 anak. Program ini menjadi simbol pemerataan akses pendidikan, sekaligus memperkuat karakter generasi muda melalui kurikulum nasional.

Tak kalah penting, SMA Unggul Garuda hadir sebagai prototipe sekolah semimiliter berbasis disiplin ala Taruna Nusantara. Sekolah ini dikelola Polri dengan sistem boarding school dan menggunakan kurikulum International Baccalaureate. Saat ini terdapat satu sekolah unggul garuda dengan 120 siswa, yang diharapkan mampu mencetak generasi muda berdisiplin tinggi dan berwawasan global.

Halaman Selanjutnya
img_title