Kepala SPPG Jati Muntah Usai Cicipi Ayam, MBG 94 Siswa SDN 2 Jati Batal Dibagikan
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan pada Rabu (12/8/2026).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati menarik makanan setelah menemukan indikasi sebagian menu ayam rempah bermasalah saat proses pemasakan.
Kepala SPPG Jati, Abra Yodara, mengatakan temuan tersebut muncul pada batch kedua proses produksi. Sebelumnya, proses pemasakan batch pertama berjalan aman berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.
Menurut Abra, proses batch kedua dimulai sekitar pukul 05.00 WIB. Saat pengolahan berlangsung, staf bersama ahli gizi melaporkan adanya masakan ayam yang aroma dan rasanya dinilai tidak seperti biasanya.
“Saya langsung ke dapur, saya kroscek. Saya cicipi yang terindikasi tidak layak itu,” kata Abra saat dikonfirmasi VIVA Jogja, Rabu (12/8/2026).
Abra mengaku ikut mencicipi makanan tersebut untuk memastikan laporan dari staf dan ahli gizi. Setelah mencicipinya, ia mengalami muntah.
“Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi, tapi yang berdampak ke saya, muntah saja,” ujarnya.
Abra menegaskan dirinya tidak mengalami diare. Keluhan yang dirasakannya setelah mencicipi makanan tersebut hanya muntah.
Menu yang diperiksa itu merupakan ayam rempah. Abra mengatakan pada pemeriksaan awal saat bahan diterima, kondisi ayam masih baik. Namun, ketika masuk dalam proses pemasakan batch kedua, muncul indikasi adanya bagian ayam yang bermasalah.
Ia memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami kondisi tersebut. Namun, Abra menegaskan angka itu masih merupakan perkiraan berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.
“Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa,” jelasnya.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Abra memutuskan makanan dari batch kedua tidak didistribusikan.
“Saya langsung ambil langkah. Daripada ada apa-apa, makanan untuk batch kedua tidak didistribusikan,” katanya.
Makanan yang tidak jadi didistribusikan tersebut kemudian dimusnahkan oleh pihak SPPG.
Penarikan dilakukan cepat
Abra menjelaskan, setelah menerima laporan dari staf dan ahli gizi, ia langsung mengambil tindakan. Ia menyebut sekitar pukul 07.00 WIB dirinya menerima laporan mengenai kondisi makanan tersebut.