Pilkada Sleman 2024 : Harda-Danang Diharapkan Bisa Menjaga Keberlangsungan Kedai Kopi di Sleman

Kedai Kopi di Sleman
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Cahyo PE

Jogja, VIVA Jogja Kopi menjadi salah satu komoditas pertanian di Indonesia yang dinilai punya daya jual baik. Produksi kopi di Indonesia yang tinggi dan ditopang dengan tingkat konsumsi yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikannya komoditas pertanian unggulan.

Kulonprogo jadi Percontohan Pelayanan Publik Berkualitas

Salah seorang penggiat kopi di Sleman Renggo Darsono dalam diskusi bersama Bolone Pakne, kelompok pendukung Paslon Harda-Danang dalam Pilkada Sleman 2024 mengatakan, saat ini Indonesia memiliki luas lahan kopi terbesar kedua di dunia.

Renggo menyebut untu produksi kopi Indonesia ternyata berada di urutan keempat yang terbesar di dunia. Renggo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman sebenarnya memiliki sejumlah peran dalam membantu kemajuan komoditas kopi wilayah dan daerah.

Tim UGM Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Abdidaya Ormawa 2024

Sebab, di Jawa, Sumatera, Bali dan Sulewesi digadang-gadang menjadi produsen kopi arabika terbesar kedua pada 2045. Guna mewujudkan hal tersebut bantuan yang diperlukan para petani kopi sangat beragam. Misalnya, memasok pupuk tanam dan kecukupan kebutuhan petani.

"BUMD ini kan banyak sekali bisnisnya ya. Ada yang mengurusi pupuk dan bibit di Dinas Pertanian maupun lainnya, ada Bank Himbara, dan Bank Daerah yang punya program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi bantuan untuk tata niaga kopi sebenarnya sangat dibutuhkan juga seperti kami ini pengusaha minuman kopi," ujar Renggo Minggu 10 November 2024.

Pilkada Sleman 2024: Kustini ajak Masyarakat Pilih Pemimpin yang Menghargai Martabat Perempuan

Sementara untuk program penelitian, di Sleman banyak universitas dan perguruan tinggi yang kompeten untuk meneliti pertanian khususnya kopi.

Renggo juga menuturkan, diharapkan pemerintah Kabupaten Sleman juga menyiapkan program asuransi untuk petani kopi untuk menjaga produktivitasnya. Sejauh ini, asuransi gagal panen baru belaku untuk petani padi di Indonesia.

Renggo berharap konsumen di wilayah DIY maupun Indonesia yang tertarik dengan kopi bisa datang dan bertemu langsung dengan para petani. "Saya yakin, ketika pembeli datang dan melihat petani dan pengusaha kopi, pelanggan bisa melihat bahwa tata niaga kopi di Indonesia diterapkan, beda dengan negara-negara lain," ungkap dia.

Renggo menambahkan Kabupaten Sleman adalah wilayah yang banyak ditempati oleh banyak orang dari beragam wilayah, dengan sejarah panjang dalam berniaga biji kopi.

Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis kedai kopi telah berkembang pesat di Kabupaten Sleman, mencerminkan minat yang meningkat dalam budaya kopi dan kebutuhan akan tempat berkumpul yang nyaman.

Renggo berharap jika Harda-Danang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sleman nanti diharapkan bisa mendorong dan semakin memberdayakan warung-warung kopi di wilayah ini.

"Harapannya agar UMKM serta pengusaha di bidang wisata, kuliner dan kopi khususnya bisa terus hidup serta menyerap banyak pekerja sehingga mengurangi angka pengangguran," tutup Renggo. *