UGM dan Kabupaten Pati terjunkan Mahasiswa KKN
- istimewa
Lebih lanjut, Arie menambahkan bahwa penguatan peran mahasiswa di masyarakat perlu diarahkan pada transformasi sosial yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik melainkan wahana penting dalam membangun empati sosial, kepemimpinan, dan kepekaan terhadap persoalan akar rumput. Ia berharap kehadiran mahasiswa di Pati nantinya akan memberi dampak jangka panjang baik bagi masyarakat maupun pembentukan karakter mahasiswa sendiri. “UGM akan terus mendorong agar mahasiswa tidak hanya turun ke lapangan, tetapi juga mampu menjadi pemantik perubahan. Dengan begitu, pengabdian menjadi bagian dari proses pembelajaran yang utuh,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. dr. Rustamadji, menyampaikan bahwa UGM tengah mengembangkan model KKN yang berbasis pengukuran dampak dan keberlanjutan. Dalam pelaksanaan KKN mendatang, UGM akan melibatkan mahasiswa dari Fakultas Psikologi untuk melakukan asesmen pre dan post program, khususnya dalam aspek pembangunan karakter dan perubahan sosial. Pendekatan ini juga akan membantu UGM dalam menyusun desain program yang lebih responsif di masa mendatang. “Kami ingin program ini tidak hanya selesai dalam waktu dua bulan, tetapi memiliki dampak jangka panjang yang bisa diukur dan ditindaklanjuti,” katanya.
Di bidang pariwisata, Bupati menyoroti potensi besar Kabupaten Pati yang belum tergarap secara optimal. Ia menyebut beberapa kekayaan lokal seperti keberadaan Jeruk Pamelo, kopi Jollong, serta keberadaan bendungan yang berseberangan dengan makam Sunan Muria sebagai wisata religi. Potensi tersebut, menurutnya, bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola dengan pendekatan berbasis riset dan kebudayaan. “Kami berharap UGM bisa melakukan kajian yang membantu memetakan strategi pengembangan pariwisata kami agar lebih berdaya saing,” harapnya.
Bupati juga menyampaikan gagasannya mengenai pengembangan laboratorium perikanan di Kabupaten Pati. Menurutnya, Pati merupakan daerah penghasil garam terbesar kedua di Indonesia, serta berada di peringkat pertama di Jawa Tengah untuk produksi perikanan budidaya dan tangkap. Dukungan riset dari UGM, menurutnya, akan sangat krusial dalam penguatan teknologi dan inovasi sektor kelautan dan perikanan. “Kami berharap UGM bisa hadir tidak hanya sebagai mitra akademik, tetapi juga mitra strategis dalam transformasi sektor unggulan daerah,” katanya.