Integrasi Circular Economy dalam Pendidikan Tinggi

UMKU membangun gedung 4 lantai berbahan container bekas
Sumber :
  • hms

Prinsip penting dalam dunia pendidikan ialah pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Produk pendidikan yang berkelanjutan akan meningkatkan mutu kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. Perlahan demi perlahan dengan mutu SDM yang semakin maju maka akan mampu mengurai problem-probem sosial.

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Mengutip istilah yang dipakai Henri Bergson dalam bukunya yang berjudul L'Évolution créatrice (1907) bahwa pendidikan merupakan daya pendorong fundamental dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. 

Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes

Photo :
  • ist

img_title Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkab Kudus Gelar Doa Bersama

Salah satu tokoh nasional yang juga pendiri Muhammadiyah sekaligus peletak dasar pendidikan modern K.H Ahmad Dahlan telah membuktikan, melalui kegiatan filantropinya, kini Muhammadiyah melalui Amal Usaha pendidikan mampu menuntaskan problem  kebodohan, turut mengangkat problem kemiskinan dengan sharing private resources for public benefit.

Tentu, untuk mewujudkan kemajuan tersebut harus terus diupayakan sesuai dengan konteks kemajuan zaman. Dan kini, tantangan semakin kompleks, problem-problem multidimensional, mulai dari krisis kemanusiaan, kemiskinan struktural, hingga degradasi ekologis.

img_title Bacakan Pidato Kepala BPIP, Bupati Kudus Ingatkan Pancasila Bukan Sekadar Simbol

Gelombang perubahan sosial yang sedemikian kompleks harus kita sikapi dengan pendidikan, kualitas institusinya, dan infastruktur yang ergonomis

Sri Mulyani dalam salah satu Rakernas pernah menyampaikan, “Kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan sangat tergantung pada tiga faktor yakni pendidikan, kualitas institusi dan kesediaan infrastruktur” (Ristekdikti, 2018). Ini artinya, ketika kita berbicara pendidikan maka proses pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada prestasi akademik tetapi juga pada pembentukan karakter, kemandirian, kreatifitas, kedewasaan, dan tentu sarana prasarana.

Ketika berbicara pada ranah kampus misalnya, institusi perguruan tinggi harus menggunakan pendekatan mutu, sebab bagaimana mungkin kita ingin mencetak SDM unggul berkemajuan tetapi institusi pencetaknya justru malah tidak berkualitas.

Hal yang sama juga terkait infrastuktur, sarana prasarana harus dipikirkan dalam jangka panjang tentu dengan konsep bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Poin kesediaan infrastuktur dengan problem dimensi ekologis perlu dikreasikan dengan kebijakan yang proporsional namun mengandung unsur kreatifitas seni yang cerdik. Dalam hal ini, kita kenal dengan istiliah Circular Economy.

Ia merupakan salah satu pendekatan yang dapat membantu mengubah cara kita memandang penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title