Lima Risiko Hukum dalam Program Koperasi Desa Merah Putih
- istimewa
Risiko kelima adalah target kuantitatif yang dinilai terlalu ambisius. Jargon peluncuran 80 ribu koperasi desa pada awal hingga pertengahan tahun ini dikhawatirkan menekan psikologis para pejabat verifikator untuk menyetujui proposal demi mengejar target, sehingga mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Kajian ini disusun oleh Richo Andi Wibowo, Hendry Julian Noor, serta dua asisten peneliti, Syafa Muhammad Aufa Sons dan Muhammad Fadhlan Surya Nugroho. Naskah policy paper tersebut telah melalui proses review oleh lima pembaca kritis dari internal dan eksternal FH UGM. Kajian ini merupakan bagian dari seri policy paper yang bertujuan memberikan pandangan akademik terhadap isu-isu hukum administrasi negara kontemporer secara tepat waktu dan tetap berlandaskan kaidah ilmiah.
Sebelum peluncuran policy paper ini, Departemen HAN FH UGM juga menggelar kuliah tamu internasional bertajuk “Policy Regulations: The Promises and The Pitfalls of Policy Rules” dengan menghadirkan Prof. Albertjan Tolenaar dari Faculty of Law, Universiteit Groningen, Belanda.