Ajang KRTI 2024 di UNY, Empat Bulan Merancang dan Mendesain Robot
- VIVA Jogja/UNY
Namun salah satu Tim LELA dari kampus itu mengalami nasib kurang beruntung, karena setelah robot terbangnya berhasil take off dengan mulus pada ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah ada sesuatu yang terlepas sehingga pesawatnya mengalami crash.
Secara keseluruhan antusiasme para peserta lomba KRTI penuh dengan semangat, kreativitas, dan inovasi. Di sini, para peserta tidak hanya menguji keterampilan teknis mereka, tetapi juga berpikir kritis dan bekerja sama.
Pada Divisi Fixed Wing (FW) terdapat 24 tim dari perguruan tinggi Indonesia.
Sistem perlombaannya yakni salah satu aplikasi UAV (Unnamed Aerial Vehicle)/UAS (Unnamed Aerial System) sebagai wahana terbang yang mampu melakukan pemantauan, pemetaan dan pengiriman paket barang pada suatu lokasi.
Wahana pada divisi FW harus memiliki sistem dropping paket, sistem pengambilan foto dan sistem video (live dan recorded). Divisi FW dilombakan dengan cara setiap peserta diberi waktu total 80 menit, dengan maksimum 40 menit yang dimulai dari komando take-off dari Juri untuk menyelesaikan dropping, pemantauan dan pemetaan di lapangan, dan sisa waktunya diberikan untuk mengolah data di area ground control station.
Selain itu, terdapat Divisi Vertical Take Off Landing (VTOL) yang diikuti oleh 26 tim perguruan tinggi Indonesia. Sistem perlombaan berlangsung selama tiga hari, yang masing-masing hari disebut sebagai ‘Game Day’.
Setiap tim akan melalui beberapa tahap eliminasi hingga mencapai babak semi final dan final. Selanjutnya, Divisi Technology Development (TD) terdapat 16 tim. Untuk sistem perlombaan dilaksanakan dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 untuk presentasi dan tanya jawab dan sesi 2 untuk demo.