AI, Pendidikan, dan Etika Digital dalam dunia Jurnalistik
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
Bias dalam algoritma
Selain isu pekerjaan, Donny juga menyoroti bahaya disinformasi dan bias dalam algoritma. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu mendeteksi hoaks, karena berbagai tools telah tersedia. Namun, ia mengingatkan bahwa AI belajar dari data publik. Jika masyarakat memiliki bias, maka AI yang dilatih dari data tersebut juga akan mereproduksi bias yang sama. Donny membagikan pengalaman pribadinya saat mencoba membuat ilustrasi fiksi menggunakan AI.
Ketika ditanya siapa yang lebih mungkin menjadi dokter, jawaban yang muncul sering kali adalah laki-laki kulit putih, padahal kenyataannya profesi perawat juga banyak diisi oleh
Donny menutup paparannya dengan ajakan untuk melakukan perlawanan terhadap dua hal yakni algoritma yang bias dan masyarakat yang belum inklusif. “Pekerjaan rumah kita adalah menjadi “menteri algoritma AI” dan “menteri masyarakat”, sebuah metafora yang menggambarkan perlunya intervensi aktif dari manusia dalam mengarahkan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, AI bukan entitas netral yang berdiri di ruang hampa. Ia merekam dan mereproduksi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan AI harus selalu disertai dengan kecerdasan manusia human intelligence, agar keputusan yang diambil tetap adil dan beretika.
Regulasi AI
Dikatakan, pemerintah Indonesia juga mengambil langkah strategis dalam menghadapi tantangan etika dan regulasi AI. Pada awal tahun 2026, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama tokoh teknologi nasional Bu Rondiji dan Bu Mudia mengumumkan akan hadirnya dua Peraturan Presiden (Perpres) penting.
Perpres tentang Etika AI dan Perpres tentang Peta Jalan AI. Kedua regulasi ini dirancang sebagai instrumen awal untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia berjalan dalam koridor yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dokumen pendukung, termasuk roadmap AI nasional, kini dapat diakses publik melalui tautan s.id/pahamAI. Ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyambut era digital yang semakin kompleks dan menantang.