Kupas Cybersecurity dan Ai, Mahasiswa UHN Tegal Disiapka Hadapi Ekonomi Digital

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Agung Hendarto (kanan) bersama Suprapto Mctaggart
Sumber :
  • ist

TEGAL, VIVA Jogja - Atmosfer akademik terasa hidup saat Saintek Talk Volume 3 digelar di Universitas Harkat Negeri, Jumat, 10 April 2026.

img_title Pemkot Yogyakarta Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Data Jujur dan Akurat

Forum ilmiah ini mengangkat tema besar tentang masa depan ekonomi digital yang kian bergantung pada Cybersecurity dan Artificial Intelligence.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Mataram itu juga menjangkau audiens lebih luas melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi kampus.

img_title UMY Perkuat Internasionalisasi Lewat Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos

Sebagai narasumber utama, Suprapti McTaggart membagikan perspektif praktis tentang tantangan keamanan digital di era transformasi teknologi.

Ia menekankan bahwa ancaman siber berkembang secepat inovasi teknologi itu sendiri.

img_title 116 Guru RA/TK Kulonprogo Ikuti Pelatihan AI untuk Tingkatkan Inovasi Pembelajaran

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Agung Hendarto, menyoroti urgensi kontribusi kampus dalam menyiapkan talenta digital.

“Kita memiliki keresahan yang sama tentang bagaimana bisa berkontribusi untuk bangsa melalui pengembangan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme mahasiswa terhadap bidang keamanan siber menjadi sinyal positif yang harus direspons dengan program konkret.

Rencana kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi Dark Defensive pun mulai disiapkan sebagai langkah nyata.

Kolaborasi ini akan mencakup pembelajaran, riset, hingga pengabdian masyarakat berbasis teknologi.

Agung menegaskan bahwa integrasi antara cybersecurity dan AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

“Kalau tidak dipersiapkan sejak awal, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Di sisi lain, Suprapti McTaggart mendorong mahasiswa untuk membangun pola pikir kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Baginya, penguasaan teknologi tidak cukup hanya lewat teori di ruang kelas.

Ia menilai pendekatan pembelajaran harus lebih menekankan praktik langsung agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.

“Cybersecurity dan AI bukan sekadar tren, tapi fondasi masa depan ekonomi digital,” ungkapnya.

Ia juga membuka peluang kontribusi dalam penyusunan kurikulum berbasis praktik di kampus tersebut.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga arah yang jelas tentang kompetensi yang harus dibangun.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan bahwa generasi muda mulai sadar akan tantangan era digital.

Di tengah percepatan teknologi global, kampus seperti Universitas Harkat Negeri mencoba mengambil peran sebagai katalis perubahan.

Halaman Selanjutnya
img_title