Cerita Masyarakat: Penguatan Keluarga Menuju Sleman Bebas Stunting

Diskusi bertajuk Penguatan Keluarga Sleman Bebas Stunting
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja - Upaya menekan angka stunting kembali menjadi perhatian utama dalam gelaran Cerita Masyarakat (Cermas) edisi 14 November 2025. Dengan format dialog santai namun sarat gagasan, acara ini mempertemukan Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro dan Ani Martanti, bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, dr Novita Krisnaeni.

img_title Alfamart Sahabat Posyandu Hadir di Tegal, Ribuan Ibu dan Balita Dapat Layanan Gratis

Diskusi bertajuk Penguatan Keluarga untuk Sleman Bebas Stunting: Sinergi, Edukasi, dan Aksi Nyata menyoroti peran keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan. Data e-PPGBM 2025 menunjukkan angka stunting di Sleman turun menjadi 4,2 persen dari 4,4 persen pada 2024. Penurunan ini dianggap sebagai bukti bahwa intervensi gizi spesifik dan sensitif mulai membuahkan hasil nyata.

Hasto menekankan bahwa meski angka menurun, ketimpangan antarwilayah masih terlihat jelas. Empat kapanewon tercatat memiliki prevalensi tertinggi: Pakem 6,5 persen, Minggir 6,2 persen, Seyegan 6,0 persen, dan Turi 5,9 persen. Menurutnya, keterbatasan air bersih dan buruknya sanitasi menjadi faktor mendasar yang memperburuk kondisi gizi anak. Sebaliknya, wilayah seperti Berbah, Gamping, Cangkringan, dan Mlati menunjukkan prevalensi terendah, menandakan bahwa edukasi gizi dan akses layanan kesehatan tetap menjadi kunci keberhasilan. “Air bersih dan sanitasi adalah pondasi. DPRD mendorong agar intervensi infrastruktur dasar diprioritaskan di kantong-kantong stunting,” tegasnya.

img_title Alfamart dan Baby Happy Sulap Gerai Jadi Posyandu Modern, Ibu-Ibu Tegal Antusias

Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Ia menilai banyak keluarga belum memahami prinsip gizi seimbang dan pola pengasuhan sehat. Ani juga menekankan bahwa kebiasaan merokok di rumah tangga menjadi faktor risiko besar, berkontribusi hingga 66,5 persen terhadap kasus stunting di Sleman. “Paparan asap rokok sering menimbulkan gangguan pernapasan pada anak yang berdampak pada tumbuh kembang mereka. Penyuluhan harus lebih dekat dengan keluarga, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Ani menambahkan, pengawasan dan pendampingan sejak masa kehamilan hingga anak usia sekolah harus diperkuat. Posyandu, kelas ibu hamil, hingga edukasi remaja putri menjadi instrumen penting yang tidak boleh diabaikan. “Angka stunting memang turun, tetapi tantangan masih besar, terutama terkait gizi anak, ibu hamil, remaja putri, dan pola asuh keluarga,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sarasehan Kartini di Kulonprogo: Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berdampak