Aksi Cabai Murah di Kulonprogo, Produksi Turun 30 Persen

Produk cabai Kulonprogo menurun karena cuara ekstrem
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja -  Asosiasi Petani Cabai Champion bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo menggelar program “Aksi Cabai Harga Terjangkau” di halaman kantor DPP. Program ini rutin dilaksanakan menjelang hari raya besar keagamaan untuk membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga lebih wajar. Ketua Tim Kerja Sarana Pertanian DPP Kulonprogo, Kirmi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan arahan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

img_title Kulonprogo Sambut Kunjungan Kaji Tiru Pemkab Barito Utara, Sinergi Jadi Kunci Inovasi Pemerintahan

Cabai dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar, dengan selisih sekitar Rp 5 ribu per kilogram. Dalam aksi kali ini disediakan 200 kilogram cabai, terdiri dari 100 kilogram cabai merah keriting dan 100 kilogram cabai rawit merah. Cabai merah keriting dijual Rp 8.500 per setengah kilogram, sedangkan cabai rawit merah Rp 8.000 per seperempat kilogram.

Di balik aksi sosial tersebut, para petani cabai Kulonprogo tengah menghadapi tantangan serius. Ketua Asosiasi Petani Cabai Champion, Sukarman, mengungkapkan bahwa produksi cabai di wilayahnya turun hingga 30 persen sepanjang 2025. Penurunan ini dipicu oleh cuaca ekstrem, di mana musim hujan datang lebih awal dengan intensitas curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat tanaman cabai tidak bisa berbuah maksimal dan rentan terserang hama serta penyakit.

img_title Kulonprogo Siapkan 38 Pramuka Penggalang untuk Jamnas XII di Cibubur

Meski hasil panen berkurang, harga cabai di tingkat petani masih relatif tinggi sehingga kerugian dapat ditekan. Cabai rawit merah sempat menembus Rp 80 ribu per kilogram, meski kini berangsur turun ke kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Sementara cabai merah keriting berada di kisaran Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. Data Badan Pusat Statistik DIY mencatat rata-rata harga cabai rawit merah di pasar tradisional Yogyakarta pada minggu ketiga Desember 2025 masih bertahan di Rp 55 ribu per kilogram, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 32 ribu per kilogram.

Fenomena penurunan produksi cabai tidak hanya terjadi di Kulonprogo. Kementerian Pertanian melaporkan produksi cabai nasional sepanjang 2025 turun sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya, terutama akibat anomali cuaca El Niño yang bergeser menjadi La Niña. Penurunan produksi ini memicu kenaikan harga cabai di sejumlah daerah, dengan rata-rata harga nasional mencapai Rp 52 ribu per kilogram pada Desember 2025.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Reforma Agraria Kulonprogo Fokus Konsolidasi Lahan di Jangkaran dan Ngestiharjo