Glamping Pinus Pengger, Babak Baru Wisata Alam Bantul

Glamping Pinus Pengger di Dlingo, Bantul
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

BANTUL, VIVA Jogja - Kawasan Hutan Pinus Pengger di Dlingo, Bantul, kini menghadirkan wajah baru pariwisata dengan dibukanya fasilitas glamour camping (glamping). Soft launching yang digelar Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pariwisata menjadi tonggak penting pengembangan destinasi berbasis masyarakat sekaligus wujud kolaborasi lintas sektor.

img_title Bantul Perkuat Mitigasi Kerawanan Menjelang Pilur 2026

Glamping Pinus Pengger hadir sebagai bagian dari Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan. Konsepnya mengedepankan community-based tourism dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pengelola, serta dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata alam, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam acara peluncuran, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak. Ia menilai glamping ini sebagai bukti nyata kolaborasi pentahelix yang mampu mewujudkan cita-cita lama. “Hutan Pinus Pengger sudah menjadi destinasi unggulan, dan dengan adanya glamping, wisatawan kini memiliki alternatif akomodasi yang unik,” ujarnya. Ni Made menambahkan, terdapat 10 unit glamour camp yang akan beroperasi penuh pada pertengahan 2026, dengan promosi dan kesiapan SDM menjadi kunci keberlanjutan.

img_title Ancaman Leptospirosis Membayangi Bantul, Enam Nyawa Melayang

Dukungan CSR juga datang dari PT Angkasa Pura I. Melalui program TJSL, perusahaan ini membantu pembangunan empat unit glamping serta peningkatan fasilitas wisata berbasis alam. “Kami percaya glamping ini akan meningkatkan daya saing destinasi dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Anita Herawati, perwakilan Angkasa Pura I.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyoroti lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru. Dengan okupansi hotel di Yogyakarta dan Sleman mencapai 80–85 persen, ia menilai pentingnya distribusi wisatawan ke wilayah lain. “Pinus Pengger bisa menjadi pilihan baru untuk menginap, sekaligus memperkuat konsep quality tourism di DIY,” jelasnya.

img_title Bantul Kembangkan Inovasi Budidaya Air Payau untuk Dorong Ekonomi Pesisir

Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono, yang menjadi pengelola glamping, menyebut kehadiran fasilitas ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi. “Ada 10 unit glamour camp dengan segmen pasar beragam. Harapannya bisa memberdayakan warga dan membawa berkah bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, menilai glamping akan memperkaya pilihan akomodasi di Bantul yang selama ini terbatas. “Pengalaman wisata yang berkesan adalah kunci. Kehadiran glamping ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pariwisata berkelanjutan dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title