Pasar Murah Pemkot Yogya, Subdisi Harga Pangan Jelang Lebaran
- Humas Kota Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menghadirkan pasar murah di 14 kemantren sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi. Program ini berlangsung bergiliran mulai 6 hingga 27 Februari 2026.
Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Evi Wahyuni, menyampaikan bahwa pasar murah menjadi agenda rutin setiap Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Operasi pasar murah adalah kewajiban kami untuk menjaga keterjangkauan harga, terutama menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat membeli beras medium hingga premium, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, serta bawang merah dan bawang putih dengan harga lebih rendah dari pasaran. Pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp2.000 per kilogram, sehingga selisih harga bisa mencapai Rp8.500–Rp10.000 untuk beras premium kemasan lima kilogram.
Tahun ini, Pemkot menyiapkan 48 ton bahan pangan bersubsidi. Sebanyak 11 kemantren memperoleh jatah 3 ton, sementara tiga kemantren dengan jumlah penduduk lebih besar, Umbulharjo, Gondokusuman, dan Mergangsan, masing-masing mendapat 5 ton. “Jumlah kuota memang lebih kecil dibanding tahun lalu karena adanya efisiensi dan refocusing anggaran,” jelas Evi.
Menurutnya, harga kebutuhan pokok di Yogyakarta saat ini relatif stabil dengan pasokan yang terjaga. Namun, lonjakan permintaan menjelang Lebaran tetap diantisipasi melalui pasar murah dan operasi pasar. “Dengan adanya pasar murah, masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus memborong di pasar. Permintaan tetap terkendali, harga pun tidak melonjak,” tambahnya.
Selain menyasar konsumen langsung, intervensi harga juga dilakukan untuk pedagang. Tahun ini, Pemerintah Provinsi DIY turut mendukung operasi pasar di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman, yang menjadi lokasi pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK).