UMY–Pemkab Bantul Perkuat Sinergi Lima Tahun ke Depan
- Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Pemerintah Kabupaten Bantul resmi memperpanjang nota kesepahaman (MoU) kerja sama hingga lima tahun ke depan. Kesepakatan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat sinergi akademik dan pembangunan daerah.
Direktur Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, Prof. Rizal Yaya, menegaskan bahwa Bantul adalah mitra strategis bagi UMY. Kedekatan geografis serta keterbukaan pemerintah daerah terhadap kolaborasi akademik menjadi alasan utama. “Apa yang dimiliki UMY dibutuhkan Bantul, dan apa yang Bantul perlukan dapat kami kontribusikan,” ujarnya dalam rapat perpanjangan kerja sama di Gedung AR Fachruddin A UMY.
Kerja sama ini dibangun atas prinsip simbiosis mutualisme. Pemkab Bantul memperoleh dukungan keilmuan dan pendampingan akademik, sementara UMY mendapatkan ruang praktik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Sejauh ini, kerja sama mencakup berbagai bidang. Di sektor kesehatan, mahasiswa dan dosen UMY membantu memperkuat layanan rumah sakit dan puskesmas. Di bidang sosial-ekonomi, UMY berkontribusi melalui pemetaan ekonomi desa. Sedangkan di sektor pertanian, kolaborasi menghasilkan peta kesesuaian lahan sebagai dasar kebijakan daerah.
Kerja sama juga terhubung dengan program kementerian di tingkat pusat, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem yang membutuhkan dukungan Pemkab Bantul dalam penyediaan data dan fasilitasi masyarakat.
Dukungan Pemkab Bantul
Ketua Tim Kerja Sama Bagian Tata Pemerintahan Setda Bantul, Susmawati, menilai UMY sebagai mitra akademik yang sangat membantu, terutama di tengah keterbatasan SDM pemerintah daerah. “Mahasiswa UMY dari bidang kesehatan, pertanian, hingga ekonomi terlibat langsung di dinas-dinas kami. Selain membantu, mereka juga membawa transfer of knowledge, terutama teknologi informasi dan pengembangan UMKM,” tuturnya.
Ia menambahkan, perpanjangan MoU lima tahun ke depan akan memfokuskan kolaborasi pada isu-isu strategis seperti stunting, pernikahan dini, kemiskinan, kesehatan mental, hipertensi, dan diabetes. “Harapan kami, sinergi ini semakin konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat Bantul,” pungkasnya.