Wamenkes Paparkan Program Gizi Nasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bantul

Wamenkes RI, dr Benjamin Paulus Octavianus (tengah)
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

BANTUL, VIVA Jogja - Pemerintah melalui Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benjamin Paulus Octavianus, memaparkan dua program prioritas di bidang kesehatan yang menjadi bagian dari delapan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Kedua program tersebut adalah pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) serta pemeriksaan kesehatan gratis yang disertai skrining Tuberkulosis (TBC).

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Dalam acara pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di PT Yogyakarta Tembakau Indonesia, Banguntapan, Bantul, Jumat (30/01/2026),  dr Benjamin menjelaskan bahwa pembentukan Badan Gizi Nasional bertujuan untuk mengatasi masalah gizi dan stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Program pemberian makanan bergizi akan menyasar ibu hamil, balita, hingga anak usia sekolah. Fokus utama diarahkan pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, karena periode ini sangat menentukan tumbuh kembang anak. Saat ini angka stunting nasional masih berada di kisaran 18 persen.

Presiden menargetkan program ini dapat menjangkau 82,9 juta anak sekolah, dengan capaian sementara sekitar 60 juta anak.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Selain itu, pemerintah juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala, namun jika tidak terkontrol dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan tensi dan gula darah.

Dari 1.300 peserta yang hadir, ditemukan puluhan orang dengan tensi maupun gula darah tinggi. Mereka kemudian diarahkan untuk melakukan kontrol rutin dan mendapatkan pengobatan agar tetap sehat dan produktif hingga masa pensiun. Pemerintah menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Dikatakan, program ini juga menyasar pemberantasan Tuberkulosis. Karyawan yang mengalami batuk lebih dari dua minggu diarahkan untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung yang turut hadir dalam skrining kesehatan tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga diperluas ke komunitas perusahaan agar jangkauan semakin luas.

Halaman Selanjutnya
img_title