Dua Gempa Guncang Selatan Jawa, Pakar UGM Ingatkan Waspada Zona Tektonik Aktif

Gempa Tektonik Bantul M 4,5
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dalam satu hari, dua gempa bumi mengguncang wilayah selatan Jawa pada Selasa (27/01/2026). Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,7 terjadi pukul 08.20 WIB dengan pusat gempa 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer. Beberapa jam kemudian, pukul 13.15 WIB, gempa susulan berkekuatan 4,4 mengguncang timur laut Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa kedua tergolong dangkal sehingga getarannya terasa jelas oleh masyarakat.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Gayatri Indah Marliyani, Ph.D., menjelaskan gempa di Pacitan termasuk kategori intraslab, yakni gempa yang bersumber dari dalam lempeng samudra yang tersubduksi. “Dorongan lempeng ke dalam menyebabkan deformasi dan pergeseran, sehingga memicu gempa bumi,” terangnya.

Menurut Gayatri, perbedaan karakter kedua gempa membuat masyarakat merasakan efek yang berbeda. Gempa Pacitan terasa seperti ayunan, sementara gempa Bantul lebih menyerupai hentakan. “Lokasi dan mekanisme sumber gempa memengaruhi cara getaran dirasakan. Magnitudo besar dengan pergerakan vertikal membuat dampak lebih luas,” jelasnya.

img_title Silaturahmi Pemimpin Bantul Terdahulu Jadi Warna Hangat Hari Jadi ke-195

Gempa kedua di Bantul, lanjut Gayatri, terjadi di zona sesar aktif Sesar Opak. Ia menilai ada kemungkinan gempa ini dipicu oleh tekanan dari gempa sebelumnya. “Tekanan tambahan membuat lempeng tidak stabil dan bergerak, sehingga gempa bisa terjadi,” katanya.

Meski demikian, Gayatri menegaskan kedua gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami maupun gempa susulan besar. “Magnitudo relatif kecil, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” ujarnya.

img_title Bantul Fest 2026 Jadi Panggung Ekspresi Pelajar, Malam Puncak Pentas Budaya Meriahkan Gerbang Pleret

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kejadian dua gempa dalam satu hari menjadi pengingat penting bagi masyarakat. “Wilayah selatan Jawa adalah area tektonik aktif. Masyarakat harus selalu siap siaga menghadapi kemungkinan gempa,” pesannya.