DIY Jadi Pionir Embarkasi Haji Berbasis Hotel

Sekda DIY saat silumasi embarkasi Haji YIA
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

KULONPROGO, VIVA Jogja - Pemerintah Daerah DIY menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dengan menghadirkan fasilitas embarkasi di Yogyakarta International Airport (YIA). Model embarkasi ini digadang-gadang menjadi rujukan nasional karena mengintegrasikan layanan berbasis hotel bagi para calon jemaah.

img_title Porda DIY 2027 di Kulonprogo Siapkan 62 Cabor, KONI Matangkan Regulasi hingga Kesiapan Venue

Dalam simulasi kedua operasional embarkasi dan debarkasi haji 1447 H/2026 M, Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji Kementerian Haji RI, Abdul Haris, menekankan bahwa DIY merupakan daerah pertama yang menerapkan konsep hotel sebagai pusat layanan embarkasi. Menurutnya, fasilitas yang menyerupai standar hotel akan mendukung cita-cita Presiden Prabowo untuk menghadirkan pengalaman haji yang lebih nyaman dan bermartabat.

“Langkah yang dirintis bersama Pemda DIY ini harus benar-benar diwujudkan. Simulasi seperti hari ini menjadi bukti kesiapan sekaligus jaminan bahwa embarkasi YIA mampu meningkatkan kualitas pelayanan haji,” ujar Haris saat memberikan keterangan di Hotel Novotel Kulonprogo.

img_title Pemkab Kulonprogo Kampanyekan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah untuk Perkuat Tumbuh Kembang Anak

Haris menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah RI tidak pernah setengah hati dalam menyiapkan embarkasi YIA. Koordinasi intensif dengan Pemda DIY terus dilakukan agar seluruh jemaah memperoleh pelayanan terbaik. “Masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, namun yang utama adalah memastikan embarkasi ini dapat berjalan pada musim haji 2026. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pemda DIY sejak awal,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, membacakan sambutan Gubernur DIY yang menekankan bahwa embarkasi bukan sekadar titik keberangkatan, melainkan representasi wajah pelayanan negara. “Di sinilah pemerintah diuji, bagaimana menjamin jemaah berangkat dengan tenang, sehat, tertib, dan penuh penghormatan. Haji adalah perjalanan spiritual, sehingga tata kelolanya harus dijalankan dengan kesungguhan lahir batin,” tuturnya.

img_title Suporter Ngentakrejo-Purwosari Berdamai, Tegaskan Persaudaraan Lebih Penting dari Hasil Pertandingan

Made juga menyampaikan bahwa simulasi pertama menunjukkan kesiapan operasional mencapai sekitar 80%. Proses penerimaan, akomodasi hotel, hingga mobilisasi menuju bandara berjalan cukup baik, meski masih ada catatan perbaikan terkait efisiensi alur, koordinasi antarpetugas, serta fasilitas tambahan bagi lansia dan kelompok rentan.

“Pada simulasi kedua ini, seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, bea cukai, imigrasi, hingga boarding, harus berjalan presisi. Tidak boleh ada kebingungan prosedur, keterlambatan layanan, atau jemaah yang merasa terabaikan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, aparat TNI-Polri, otoritas bandara, hingga relawan, untuk bekerja dalam satu kesatuan orkestrasi dengan standar profesional yang sama.

“Harapan kita sederhana: ketika operasional penuh dimulai, embarkasi YIA siap menjadi teladan pelayanan haji yang tertib, cepat, humanis, dan berkelas nasional. Semoga ikhtiar ini menjadi amal pelayanan yang membawa keberkahan bagi umat,” pungkas Made.

 –