UMKM DIY Didorong Naik Kelas Lewat Strategi “3 Go”
- Dok Pemkot Yogya
SLEMAN, VIVA Jogja – Dalam semarak Pelatihan Entrepreneurship ikatan Alumni UPN Veteran Yogyakarta bertema “Level Up Bisnis di Marketplace” yang digelar di J-Walk Mall, Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, tampil sebagai narasumber utama. Kehadirannya bukan sekadar memberi motivasi, tetapi juga membawa gagasan konkret tentang bagaimana UMKM dapat bertahan sekaligus berkembang di era digital.
Dalam sambutannya, Wawan menekankan bahwa transformasi usaha kini tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi. Menurutnya, pelaku UMKM harus berani mengubah cara lama menjadi lebih modern, memanfaatkan teknologi untuk efisiensi dan inovasi, serta memperluas jangkauan pasar melalui platform daring. Ia menyebut strategi yang ia rumuskan sebagai “3 Go”: Go Modern, Go Digital, dan Go Online. Bagi Wawan, ketiga langkah ini bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak agar UMKM mampu naik kelas.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi harus diiringi dengan penguatan kapasitas pelaku usaha. Pembukuan yang disiplin, manajemen kas yang sehat, branding yang kuat, hingga keberanian bereksperimen di pasar digital menjadi fondasi penting. Wawan juga mengingatkan bahwa modal utama wirausaha bukanlah uang, melainkan mental yang tangguh dan kesiapan menghadapi risiko. Ia mendorong para peserta, yang sebagian besar adalah mahasiswa dan pengusaha muda, untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
Pelatihan ini juga menjadi wadah sinergi lintas pihak. Rumah BUMN dan Kampus UMKM Shopee Jogja turut hadir, membuka akses bagi wirausaha muda terhadap jaringan nasional, inkubasi bisnis, serta peluang kemitraan yang lebih luas. Kehadiran mereka memperkuat ekosistem UMKM DIY yang kini semakin terhubung dengan pasar digital.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kampus mencetak wirausahawan tangguh. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap pelatihan, agar benar-benar memberi dampak nyata dalam menciptakan wirausaha baru, meningkatkan omzet, dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kewirausahaan, sehingga kegiatan seperti ini perlu terintegrasi dengan kurikulum agar lebih berkelanjutan.