DIY Hadapi Tantangan Inflasi Menjelang Ramadan

High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

SLEMAN, VIVA Jogja - Pengendalian inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi sorotan. Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY 2026 yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa tantangan inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, melainkan memastikan ketenangan sosial di tengah momentum Ramadan dan Idul Fitri.

img_title Pasar Murah Digelar di Kulonprogo, Pemda DIY Intervensi Harga Pangan Jelang Akhir Tahun

Sri Sultan mengingatkan bahwa setiap menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, tekanan inflasi cenderung meningkat. Lonjakan permintaan, mobilitas pemudik, serta dinamika pasokan pangan menjadi faktor utama. “Tantangan kita adalah menjaga kepastian ekonomi dan ketenangan sosial, bukan hanya angka dalam koridor sasaran,” tegasnya.

Meski inflasi tahunan DIY masih dalam rentang sasaran nasional, Sri Sultan menekankan perlunya pendekatan antisipatif dan presisi. Ia mengajukan tujuh rekomendasi, mulai dari penguatan rantai pasok, pemenuhan kebutuhan lokal, peran BUMD sebagai stabilisator, hingga modernisasi cold storage. Fokus juga diarahkan pada komoditas pangan yang paling fluktuatif seperti cabai, bawang, telur, dan daging ayam.

img_title Inflasi DIY September 2026 Tetap Terjaga, Kenaikan Harga Pangan Jadi Pendorong Utama

Dalam pidatonya, Sri Sultan menggambarkan inflasi terkendali sebagai “denyut halus dalam tubuh perekonomian”. Ia menekankan bahwa inflasi yang tidak terkendali dapat menggerus daya beli masyarakat secara perlahan dan sistemik. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas harga.

DIY sendiri mencatat prestasi dengan meraih Juara 2 TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali pada TPID Award 2025. Sri Sultan berharap capaian ini menjadi dorongan agar koordinasi tetap rapi dan langkah pengendalian lebih terukur, terutama menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

Perspektif Bank Indonesia

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menambahkan bahwa perekonomian DIY tumbuh 5,94% pada akhir 2025, tertinggi di Jawa dan melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan domestik, kenaikan UMP, pembangunan infrastruktur, serta produktivitas pertanian pasca El Nino.

Namun, Sudibyo mengingatkan bahwa tekanan inflasi jelang Ramadan tetap nyata. Pangan hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit menjadi penyumbang utama. Ia menekankan perlunya komunikasi efektif dari hulu ke hilir untuk menjaga ekspektasi masyarakat, baik terkait produksi, distribusi, maupun pola konsumsi.

Halaman Selanjutnya
img_title