Pemkot Yogyakarta Gelar Sayembara Logo Wamira
- Bing Image Creative
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menggelar Sayembara Desain Logo Wamira (Warung Milik Rakyat), sebuah ajang kreativitas yang ditujukan bagi generasi muda. Lomba ini tidak sekadar mencari karya desain, tetapi juga melahirkan identitas visual resmi bagi program Wamira yang akan di-branding di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyampaikan bahwa sayembara ini merupakan bagian dari tahapan pengembangan program Wamira. “Yuk, anak muda tunjukkan kreativitasmu dan peranmu, karena Jogja itu juga milikmu,” ujarnya, Rabu (04/03/2026).
Program Wamira bukanlah pendirian warung baru oleh pemerintah, melainkan pengembangan dari warung-warung rakyat yang sudah ada dan dikelola koperasi maupun kelompok masyarakat. Konsep ini menekankan penguatan kelembagaan serta tata kelola agar warung rakyat mampu menjaga ketersediaan pasokan barang, terintegrasi dalam sistem distribusi yang lebih baik, dan menjual barang sesuai harga eceran tertinggi (HET). Dengan branding Wamira, warung rakyat akan memiliki identitas yang sama, sehingga memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa mematikan usaha yang sudah berjalan.
Menurut Veronica, embrio Wamira berasal dari program Kios Segoro Amarto yang telah berjalan sejak 2016 sebagai instrumen stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. “Wamira ini salah satu cara kita mengendalikan inflasi, mulai dari ketersediaan barang sampai stabilisasi harga. Itu yang kita harapkan bisa diterjemahkan dalam bentuk logo,” jelasnya.
Tahapan Sayembara
Sayembara logo Wamira diumumkan sejak 23 Februari dan berlangsung hingga 22 Maret 2026. Peserta dibatasi berusia maksimal 35 tahun, dengan tujuan memberi ruang bagi pelajar, mahasiswa, dan pelaku ekonomi kreatif muda untuk berperan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
“Kita batasi usia 35 tahun karena kita berharap teman-teman muda ini mengambil peran dalam pembangunan Kota Yogyakarta, khususnya pengembangan ekonomi kerakyatan. Monggo dipersilakan ikut sampai 22 Maret,” tambah Veronica.
Proses penjurian dijadwalkan pada 23–29 Maret, dan pemenang akan diumumkan akhir Maret. Total hadiah sebesar Rp21 juta diberikan kepada satu pemenang utama dalam bentuk uang dan barang. “Karena ini sayembara, jadi terpilih hanya satu. Bukan hanya soal hadiahnya, tapi legacy-nya. Logo ini akan di-branding di seluruh Wamira di Kota Jogja. Jurinya juga tenaga ahli dari luar yang qualified, bukan dari pemerintah,” tegasnya.