Harga Cabai di Yogya Naik Drastis, Kini Mulai Terkoreksi
- Jogja.viva.co.id/Fuska SE
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Memasuki pekan pertama Ramadan 2026, harga cabai rawit merah di Kota Yogyakarta melonjak tajam hingga mencapai Rp84.000 per kilogram. Kenaikan tidak berhenti di situ, pada pekan kedua harga bahkan sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram. Namun, tren mulai bergeser. Per Rabu (4/3/2026), harga turun tipis menjadi Rp95.000 per kilogram, menandakan adanya koreksi meski masih jauh di atas harga normal sebelum puasa yang hanya Rp50.000 per kilogram.
Lonjakan harga ini dipicu oleh kombinasi tingginya permintaan masyarakat selama Ramadan dan curah hujan yang masih tinggi. Hujan deras beberapa waktu lalu membuat produksi cabai menurun drastis. Pasokan yang berkurang tidak mampu mengimbangi permintaan, sehingga harga terus berfluktuasi. Dalam sepekan, harga cabai rawit merah tercatat naik hingga empat kali.
Berkaca pada tren tahun-tahun sebelumnya, harga cabai rawit merah memang cenderung meningkat menjelang Lebaran. Pada Ramadan 2025, harga sempat menyentuh Rp105.000 per kilogram pada sepekan sebelum Hari Raya. Kondisi ini membuat cabai menjadi salah satu komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, cabai rawit merah menyumbang inflasi hingga 0,32 persen pada periode Ramadan tahun lalu.
Tak hanya cabai rawit merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Brokoli dan bunga kol, misalnya, yang biasanya dijual Rp10.000 per kilogram kini naik hingga Rp35.000 per kilogram. Kenaikan ini menambah beban belanja rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang harus menyiapkan kebutuhan pangan lebih banyak selama bulan puasa.
Menanggapi kondisi tersebut, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa pemerintah kota berencana memperluas kerja sama antar daerah untuk menjaga stabilitas pasokan cabai. “Perlu tambah lagi kerja sama antar daerah, tidak hanya di dalam DIY saja, tapi juga ke daerah terdekat seperti Magelang untuk suplai pasokan cabai,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga menjelang Lebaran. Pemerintah juga berencana menggelar operasi pasar di sejumlah titik strategis dan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian serta Dinas Perdagangan agar distribusi berjalan lancar.