Pasokan BBM DIY Aman Meski Geopolitik Global Memanas
- VIVA Jogja/ist
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah tetap aman dan terkendali. Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang bersiap menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026, dua momen yang biasanya disertai lonjakan konsumsi energi.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga JBT, Taufiq Kurniawan dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi sejak awal tahun. Menurutnya, stok BBM di wilayah tersebut dijaga pada level 20 kali lipat dari konsumsi harian normal. Artinya, jika konsumsi harian BBM di DIY berkisar 10 kiloliter, maka stok yang tersedia mencapai 200 kiloliter. Rasio ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi lonjakan permintaan secara mendadak, kebutuhan masyarakat akan bahan bakar tetap dapat terpenuhi hingga akhir tahun.
Taufiq juga menjelaskan bahwa angka 20 hari yang sering disebut dalam indikator ketahanan energi nasional bukan sekadar angka simbolik, melainkan hasil dari perhitungan distribusi dan konsumsi aktual. Pertamina Patra Niaga JBT terus memantau pergerakan barang setiap hari, memastikan bahwa stok tetap stabil dan distribusi berjalan lancar. Sistem monitoring dilakukan secara real-time melalui jaringan SPBU dan depo distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Kesiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri tidak hanya terbatas pada stok, tetapi juga mencakup aspek distribusi dan pelayanan. Pertamina telah menyiapkan armada tambahan untuk pengangkutan BBM ke SPBU yang berada di jalur-jalur mudik utama seperti Sleman, Klaten, dan Wonosari. Selain itu, jam operasional SPBU akan diperpanjang di titik-titik strategis, dan layanan BBM darurat melalui mobil tangki siaga akan disiagakan di rest area dan jalur alternatif.
Di tengah kekhawatiran global terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap harga minyak dunia, Pertamina menegaskan bahwa pasokan domestik tidak terganggu. Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan skema subsidi dan cadangan nasional untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi. Menurut data Kementerian ESDM, konsumsi BBM nasional selama Ramadan biasanya meningkat 10–15 persen, namun dengan stok yang disiapkan hingga 20 hari ke depan, DIY dan Jawa Tengah dipastikan dalam kondisi aman.