Mudik Gratis: Efisiensi Fiskal dan Dampak Sosial

Dosen Fakultas FEB UGM Hengki Purwoto
Sumber :
  • DOK FEB UGM

Intervensi Tarif dan Kegagalan Pasar

img_title Lokasi Baru Car Free Day di Gunungkidul Jadi Ruang Hidup UMKM dan Warga

Lonjakan permintaan transportasi saat Lebaran sering memicu kenaikan tarif. Hengki menekankan bahwa jika sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar, kondisi overload demand akan membuat tarif melambung tinggi karena suplai terbatas. Situasi ini bisa mendekati kegagalan pasar, di mana sebagian masyarakat tidak mampu membayar ongkos transportasi.

Program mudik gratis menjadi bentuk intervensi pemerintah yang lebih tepat dibandingkan pembatasan tarif ketat. Dengan cara ini, pemerintah tetap menjaga keberlanjutan usaha transportasi sekaligus melindungi kelompok masyarakat rentan.

img_title Manunggal Fair 2026 Meriahkan Hari Jadi ke-75 Kulonprogo, Ajang Pameran Pembangunan dan UMKM di Alun-Alun Wates

Hengki menekankan bahwa pengelolaan mudik harus menjadi bagian dari manajemen transportasi regional yang berkelanjutan. Dalam jangka pendek, pemerintah dapat mengatur periode libur agar tidak terlalu singkat sehingga arus mudik lebih tersebar.

Dalam jangka menengah, penguatan fasilitas antar moda transportasi dan pengembangan sistem integrated ticketing perlu dilakukan. Sedangkan dalam jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan kapasitas armada, memperkuat infrastruktur, menciptakan iklim industri transportasi yang menarik, serta mengembangkan bisnis penunjang seperti perusahaan ticketing dan asuransi.

img_title Manunggal Fair 2026 Siap Gairahkan Ekonomi dan Hiburan Warga Kulonprogo

“Transportasi umum harus menjadi andalan. Perencanaan layanan harus mencakup peningkatan kualitas dan kuantitas secara simultan agar setiap tahun kita tidak menghadapi beban fiskal berulang dengan pola yang sama,” pungkas Hengki.