Jogja Matangkan Calendar of Event Terintegrasi

Pertunjukan budaya religi di Malioboro
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Yogyakarta tengah menapaki langkah besar untuk memperkuat posisinya sebagai kota festival berkelas dunia. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Komite Ekonomi Kreatif merumuskan konsep Calendar of Event (CoE) terintegrasi, sebuah strategi yang tidak hanya menyusun daftar kegiatan tahunan, tetapi juga mengorkestrasi ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif secara menyeluruh.

img_title Pasar Kangen Syawalan 2026: UMKM Bangkit, Wisata Budaya Yogyakarta Semakin Hidup

Pertemuan di Ruang Yudistira, Balai Kota Yogyakarta, Kamis (09/04/2026) lalu, menjadi momentum penting dalam perjalanan ini. Direktur Jogja Festivals, Dinda Intan Pramesti Putri, menegaskan bahwa CoE bukan sekadar agenda administratif, melainkan instrumen city branding yang mampu menghubungkan berbagai sektor—mulai dari seni budaya, MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), hingga komunitas lokal—dalam satu platform berkelanjutan.

Menurut Dinda, sistem kurasi berlapis akan menjadi fondasi CoE. Tier pertama berisi flagship event berskala nasional hingga internasional, tier kedua mencakup strategic events dengan potensi wisata tinggi, sementara tier ketiga menampung community events berbasis partisipasi warga. Dengan model ini, dukungan dapat diberikan secara terukur, sekaligus menjaga kualitas dan keberlanjutan setiap kegiatan.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Sayembara Logo Wamira

Selain itu, CoE dirancang memiliki tematik bulanan seperti wellness, heritage, dan creative season. Kalender ini akan terbagi dalam lapisan publik, industri (MICE), serta investasi, sehingga mampu menjawab kebutuhan beragam pemangku kepentingan. Dinda menyoroti bahwa ekosistem event di Yogyakarta masih terdesentralisasi. Padahal, kota ini memiliki potensi besar untuk menyaingi Adelaide yang dikenal sebagai kota festival dengan koordinasi semi-terpusat, maupun Singapura yang selektif dalam kurasi event dengan dukungan pendanaan besar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam pengembangan CoE. Ia menilai birokrasi kuat dalam akuntabilitas, tetapi sering kali kurang memberi ruang bagi kreativitas. Karena itu, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang memberi sentuhan kecil namun tepat, agar konsep CoE benar-benar hidup dan produktif.

img_title Kapolda DIY Terima Pemred Award, Wujud Transparansi Informasi Publik

Target ambisius pun ditetapkan: CoE terintegrasi diharapkan dapat diformulasikan pada 2026 dan diimplementasikan penuh pada 2027. Hasto menegaskan perlunya percepatan, terutama dalam aspek perencanaan anggaran dan infrastruktur pendukung. “Kita harus gerak cepat. Dari brainstorming langsung diformulasikan, supaya yang perlu dianggarkan bisa segera diusulkan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title