Taman Pintar Hadirkan Shuttle Gratis, demi Kenyamanan Wisata Edukasi
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Mengatasi masalah lalu-lintas di destinasi wisata pusat Kota Yogya, Pemerintah Kota diberlakukannya penataan kawasan parkir yang berimbas pada penutupan parkir bus di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati pada 14 Maret 2026, berbagai langkah penyesuaian dilakukan agar akses wisatawan tetap lancar dan aman. Penataan ini bukan hanya soal lalu lintas, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kawasan wisata pusat kota yang tertib dan berkelanjutan.
Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, menjelaskan bahwa perhatian utama diberikan kepada rombongan pelajar yang menjadi pengunjung terbesar Taman Pintar. Sejak kebijakan penataan diberlakukan, pengelola melakukan pengawalan langsung terhadap setiap rombongan, mulai dari titik kedatangan hingga kepulangan, sehingga mereka tetap merasa terlayani dengan baik. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam memastikan wisata edukasi tetap nyaman bagi anak-anak dan pelajar.
Sebagai inovasi layanan, Taman Pintar kini menyediakan fasilitas shuttle gratis bagi rombongan yang sudah melakukan reservasi. Armada shuttle ini mengantar pengunjung dari lokasi parkir alternatif, seperti Ngabean atau Menara Kopi, menuju titik penurunan yang telah ditentukan di sekitar kawasan Taman Pintar. Setelah kunjungan selesai, shuttle juga siap menjemput kembali rombongan untuk diantar ke lokasi parkir semula. Layanan ini didukung armada dengan kapasitas sekitar 60 penumpang dalam sekali perjalanan. Dalam kondisi tertentu, pengelola bahkan berkoordinasi dengan perangkat daerah lain untuk menambah dukungan armada, sehingga kebutuhan pengunjung tetap terpenuhi.
Bagi rombongan yang belum melakukan reservasi, pengelola tetap memberikan pendampingan di lapangan melalui petugas khusus. Hal ini dilakukan agar pengunjung tetap dapat menjangkau lokasi dengan aman dan nyaman. Ke depan, Pemkot Yogyakarta juga mendorong adanya titik penurunan yang lebih representatif dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung akses ke berbagai destinasi wisata di kawasan pusat kota. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Sriwedani, meski masih perlu penyesuaian karena keterbatasan ruang untuk manuver bus.
Menurut Karmila, keberadaan titik penurunan yang aman dan nyaman akan memberikan manfaat tidak hanya bagi Taman Pintar, tetapi juga destinasi lain di sekitarnya. Dengan integrasi titik penurunan, wisatawan akan lebih mudah menjangkau berbagai lokasi wisata di pusat kota tanpa harus menghadapi kendala akses. Ia menegaskan bahwa komitmen Pemkot Yogyakarta adalah memastikan anak-anak dan rombongan pelajar tetap bisa belajar dan menikmati pengalaman edukasi di Taman Pintar dengan rasa aman dan nyaman.