SIHATI Mantrijeron: Transparansi Hibah Wujud Partisipasi Publik
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Keterbukaan informasi publik di Kota Yogyakarta mendapat penguatan baru dengan hadirnya Sistem Informasi Hibah Terintegrasi (SIHATI) di Kemantren Mantrijeron. Inovasi ini resmi diluncurkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, di halaman Kemantren Mantrijeron. Kehadiran SIHATI diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan hibah, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Wawan Harmawan menegaskan bahwa SIHATI memungkinkan masyarakat mengakses seluruh proses hibah secara terbuka, mulai dari tahap perencanaan, penggunaan anggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi. Menurutnya, sistem ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan di tingkat kewilayahan. “Melalui SIHATI ini, masyarakat bisa mengetahui proses perencanaan, penggunaan anggaran hingga pelaksanaan dan evaluasi. Ini menjadi bentuk transparansi yang patut diapresiasi dan diharapkan bisa menjadi prototipe bagi kemantren lainnya,” ujarnya.
Aplikasi SIHATI Mantrijeron dapat diakses melalui laman resmi yang terintegrasi dengan website kemantren. Sistem ini menyajikan informasi lengkap terkait bantuan hibah barang kepada organisasi maupun kelompok masyarakat, mulai dari pengajuan proposal, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga monitoring. Dengan demikian, warga dapat memantau tindak lanjut usulan yang diajukan dalam Musrenbang serta mengawasi langsung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Seluruh data yang ditampilkan merupakan informasi publik yang terbuka dan dapat diakses siapa saja.
Wawan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan SIHATI sebagai sarana pengawasan sekaligus dukungan terhadap pembangunan di Kemantren Mantrijeron. “Dengan keterbukaan ini, masyarakat bisa ikut mengawal, memberikan masukan, bahkan memastikan program berjalan sesuai perencanaan. Ini bagian dari semangat gotong royong membangun Yogyakarta,” tambahnya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Narotama, menjelaskan bahwa SIHATI dirancang sebagai sarana keterbukaan informasi publik berbasis website yang mencakup tiga kelurahan, yakni Gedongkiwo, Suryodiningratan, dan Mantrijeron. Sistem ini bertujuan meningkatkan efisiensi administrasi bagi ASN, memperkuat akuntabilitas instansi, serta memberikan informasi transparan bagi masyarakat luas. “Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengecek langsung detail hibah, mulai dari proposal hingga berita acara serah terima,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan korupsi dan mendukung terwujudnya wilayah bebas dari korupsi (WBK).