ACE Jogja Istimewa Gelar Seminar dan Gathering Perdana, Tingkatkan Kemampuan Engineer

Penghargaan bagi vendor dalam seminar dan gathering ACE Jogja Istimewa
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska Sani Evani

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Asosiasi Chief Engineer (ACE) Jogja Istimewa menggelar seminar dan gathering perdana pada Sabtu (16/05/2026) di Yogyakarta.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Ketua ACE Jogja Istimewa, Nur Ahmat Abu Tofa, didampingi Ketua Panitia Kus Hariyadi dan Sekjen ACE Jogja Istimewa Krisnamurti menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting setelah persiapan panjang sejak Januari lalu.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan sukses. Peserta yang hadir bahkan melampaui perkiraan. Awalnya kami memperkirakan sekitar 150 orang, namun ternyata hampir 200 peserta hadir,” ujar Nur Ahmat Abu Tofa.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai asosiasi dan daerah lain. Perwakilan dari IHGMA, HRMA, PHRI, IHKA, serta utusan dari Banten, DKI Jakarta, Malang Raya, Jawa Barat, hingga Bali turut meramaikan acara. Lima vendor juga hadir memberikan presentasi, disusul narasumber utama Eko Priyono, seorang praktisi sekaligus dosen dari Jakarta.

Nur Ahmat menegaskan bahwa tujuan utama gathering ini adalah mempererat kebersamaan antaranggota. “Ini baru awal, kami ingin ACE Jogja Istimewa menjadi wadah yang guyub dan rukun,” ujarnya.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Sekjen ACE Jogja Istimewa Krisnamurti menjelaskan, ACE Jogja Istimewa telah memiliki legalitas formal dari Kementerian Hukum dan HAM. Menariknya, asosiasi ini tidak membebankan iuran kepada anggota. Dana kegiatan diperoleh dari kerja sama dengan pihak sponsor maupun dukungan vendor. “Kami tidak menarik iuran anggota. Bahkan jika ada pelatihan atau training, kami berusaha membantu dan memfasilitasi agar lebih ringan bagi peserta,” jelasnya.

Selain gathering, ACE Jogja Istimewa juga aktif mengadakan berbagai kegiatan, seperti pelatihan, sertifikasi operator genset, K3, hingga AC yang bekerja sama dengan BNSP. Biaya sertifikasi sebagian disubsidi oleh asosiasi agar lebih terjangkau. “Misalnya biaya sertifikasi mencapai Rp3 juta, kami berusaha memberikan subsidi agar peserta hanya membayar Rp2,5 juta,” terang Ketua Panitia Kus Hariyadi.

Kegiatan sosial juga menjadi perhatian, termasuk program CSR, kegiatan keagamaan, hingga studi banding. Sebelumnya, ACE Jogja Istimewa telah mengadakan studi banding ke Banyumas dengan menyiapkan dua armada bus untuk para peserta. “Peserta di luar ekspektasi, dan kami senang karena kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh chief engineer hotel, tetapi juga dari pabrik, mal, dan rumah sakit,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title