Sleman Jadi Kabupaten Siaga Stroke Pertama di Indonesia

Sleman, kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja - Kabupaten Sleman kembali menorehkan sejarah penting dalam bidang kesehatan dengan meraih predikat sebagai Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Angels Initiative dan World Stroke Organization Indonesia, Rika Aprijanti Hutagalung, kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Capaian tersebut menegaskan komitmen Sleman dalam membangun sistem layanan kesehatan yang terpadu, cepat, dan responsif terhadap penanganan stroke.

img_title PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Musim Kemarau

Predikat ini bukan sekadar simbol, melainkan hasil nyata dari kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, operator ambulans, hingga kader siaga stroke di tingkat puskesmas bersinergi untuk menghadirkan layanan yang mampu menekan angka kematian dan disabilitas akibat stroke. Perwakilan Angels Initiative, dr. Fiarry Fikaris, menyebut bahwa keberhasilan Sleman adalah buah dari konsistensi seluruh pihak dalam membangun jaringan layanan stroke yang terintegrasi.

Hingga tahun 2026, tercatat enam rumah sakit di Sleman telah meraih predikat Rumah Sakit Siaga Stroke berstandar internasional. Keenam rumah sakit tersebut adalah RSUD Sleman, RSUP Dr. Sardjito, RSA UGM, RS JIH, RSIY PDHI, dan RS Hermina. Data ini menunjukkan bahwa Sleman tidak hanya fokus pada satu titik layanan, tetapi membangun ekosistem kesehatan yang menyeluruh. Dengan adanya rumah sakit siaga stroke, masyarakat memiliki akses lebih cepat terhadap penanganan darurat yang sangat menentukan keselamatan pasien.

img_title PDAM Sleman Gandeng Satelit Argentina, UGM, dan Stellarvision Korea untuk Deteksi Kebocoran Pipa Air

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, predikat Kabupaten Siaga Stroke adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menekankan bahwa komitmen bersama harus terus dijaga agar kualitas layanan kesehatan di Sleman tetap meningkat. Harda juga menyoroti peran penting Sleman Emergency Service dan kader siaga stroke yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Kehadiran mereka di tingkat puskesmas menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani kasus stroke sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Anung Trihadi, yang mewakili Gubernur DIY, turut memberikan apresiasi atas capaian Sleman. Ia menyebut bahwa penghargaan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun jaringan siaga stroke yang terpadu. Menurut data Kementerian Kesehatan, stroke masih menjadi penyebab kematian nomor dua di Indonesia setelah penyakit jantung. Angka prevalensi stroke di Indonesia mencapai 10,9 per 1.000 penduduk, dengan risiko tinggi pada kelompok usia di atas 40 tahun. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman stroke.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title SPPG Caturharjo Sleman, Koperasi Konsumen Mutiara Mandiri Sejahtera, Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Lokal