PNIB Tegaskan Negara Harus Hadir Melawan Intoleransi

Aksi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu
Sumber :
  • Istimewa

Dalam pernyataannya, PNIB juga menyampaikan dukungan kepada Densus 88, Polda DIY, dan Polri untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional. Gus Wal berharap aparat penegak hukum berani mengambil langkah ekstrem demi menjaga kondusivitas kehidupan berbangsa. “Siapa pun pelakunya, apabila terbukti melakukan tindakan intoleransi harus diproses sesuai hukum. Negara wajib hadir melindungi semua masyarakat. Jangan sampai hukum kalah oleh tekanan kelompok yang membawa narasi agama untuk membenarkan tindakan yang merusak persatuan,” ujarnya.

img_title Muhammadiyah Dorong Evaluasi Ormas Berbasis Hukum dan Data

Gus Wal menambahkan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini adalah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, dan ideologi yang merongrong Pancasila. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman, sehingga toleransi harus dijaga sebagai fondasi kehidupan berbangsa. “Indonesia dibangun dari keberagaman. Toleransi bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi memastikan semua anak bangsa memiliki ruang yang sama untuk hidup, beribadah, dan berkontribusi bagi negeri,” tutupnya.

Dengan pernyataan ini, PNIB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman. Desakan agar negara hadir melawan intoleransi menjadi pesan penting bahwa kebebasan beribadah adalah hak konstitusional yang tidak boleh diganggu oleh kepentingan kelompok tertentu. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Pancasila harus tetap dijadikan pedoman dalam menjaga persatuan dan kesetaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

img_title PNIB Salurkan 81.000 Liter Air Bersih, Serukan Solusi Permanen Krisis Kekeringan