Program MBG di Gunungkidul Belum Merata, Terkendala Infrastruktur Dapur Gizi
- Istimewa
GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul belum sepenuhnya menjangkau seluruh peserta didik. Hingga awal Juni 2026, Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat sebanyak 7.444 siswa dari berbagai jenjang pendidikan masih belum menerima manfaat dari program yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG sejauh ini telah berjalan di 1.492 sekolah dan satuan pendidikan. Ribuan anak dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama telah menikmati makanan bergizi yang disiapkan setiap hari oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Untuk tingkat taman kanak-kanak, sebanyak 482 sekolah telah terlayani dengan total 12.455 anak penerima manfaat. Di jenjang sekolah dasar, program menjangkau 419 sekolah dengan 40.809 siswa penerima. Sementara itu, di tingkat sekolah menengah pertama, MBG telah berjalan di 99 sekolah dengan 22.478 siswa yang menerima makanan bergizi setiap hari sekolah.
Nunuk menegaskan bahwa pelaksanaan program berjalan lancar karena pasokan makanan dikirim setiap pagi oleh SPPG. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah sekolah yang belum tersentuh. Di tingkat TK, terdapat 76 sekolah dengan 1.272 anak yang belum menerima MBG. Untuk SD, masih ada 41 sekolah dengan 3.294 siswa yang belum menikmati layanan tersebut. Sedangkan di tingkat SMP, tujuh sekolah dengan 1.177 siswa belum terlayani.
Selain sekolah formal, MBG juga menyasar satuan pendidikan anak usia dini. Program ini telah menjangkau 16 Tempat Penitipan Anak dengan 344 anak penerima manfaat, serta 121 kelompok bermain dengan total 6.099 anak. Satuan PAUD Sejenis (SPS) juga menjadi bagian dari penerima manfaat. Jika dijumlahkan, terdapat 237 satuan pendidikan dengan total 7.444 anak yang belum menerima MBG.
Menurut Nunuk, pemerataan program sangat bergantung pada keberadaan dan kapasitas SPPG yang bertugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan. Ia menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, pelaksanaan MBG tidak dapat menjangkau seluruh sekolah. “Agar bisa berjalan optimal, harus ada dukungan dapur gizi yang memadai. Jadi sampai sekarang belum semua murid bisa menikmati makan gratis,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, menambahkan bahwa program MBG telah menjangkau sekitar 159.300 penerima manfaat di wilayahnya. Saat ini terdapat 76 SPPG yang beroperasi dan memasok makanan bergizi kepada kelompok sasaran. Meski demikian, sebaran dapur gizi tersebut belum merata di seluruh kecamatan.