UGM Siapkan Alat Khusus, Api Misterius Seyegan Segera Diteliti Ulang
- Dok UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Fenomena api misterius yang berulang kali muncul di rumah Agusyani, warga Margomulyo, Seyegan, kembali menjadi perhatian serius kalangan akademisi. Tim peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) Universitas Gadjah Mada berencana melakukan pengecekan ulang di lokasi untuk memastikan secara ilmiah kandungan gas yang diduga menjadi pemicu kebakaran spontan tersebut.
Rencana peninjauan ini muncul setelah tim sebelumnya mendeteksi adanya gas hidrogen dengan konsentrasi cukup tinggi di bawah lantai rumah. Temuan itu diperoleh melalui pengukuran langsung pada awal Juni 2026 oleh tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM. Gas hidrogen diyakini berasal dari proses fermentasi limbah organik, khususnya sisa pemotongan ayam yang mengandung bahan mudah terurai. Namun, dugaan adanya gas fosfin (PH3) juga mengemuka, lantaran material kaya fosfat seperti tulang dan bulu ayam berpotensi menghasilkan gas tersebut.
Dalam keterangannya, Dr Sarju Winardi, dosen DTGL UGM, menyatakan, pembuktian ilmiah terhadap keberadaan gas fosfin masih harus dilakukan dengan alat khusus. “Ada kemungkinan tim melakukan pengecekan kembali, karena kemarin ada rencana mendatangkan alat untuk mengukur gas fosfin. Namun karena alatnya khusus, sampai saat ini belum datang dari vendor,” ujarnya usai melakukan penyuntikan larutan air kapur di lokasi pada 9 Juni 2026.
Gas fosfin dikenal memiliki sifat sangat mudah terbakar pada suhu kamar, tetapi sulit dideteksi karena cepat bereaksi dengan oksigen dan langsung habis terbakar. Hal ini membuat keberadaannya tidak mudah dipastikan tanpa instrumen yang tepat. Berbeda dengan gas hidrogen yang sudah terukur secara jelas, dugaan fosfin masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Untuk meredam kebakaran berulang, tim UGM telah mencoba metode penjenuhan basa dengan menyuntikkan larutan air kapur ke dalam tanah. Cairan tersebut digunakan untuk mengubah tingkat keasaman tanah menjadi basa sehingga bakteri Clostridium yang diduga menghasilkan gas hidrogen tidak dapat berkembang. Dengan cara ini, rantai produksi gas di bawah lantai rumah diharapkan terputus sehingga api tidak lagi muncul secara spontan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Fenomena api misterius di Seyegan telah terjadi puluhan kali dalam kurun waktu beberapa minggu, menimbulkan keresahan warga sekitar. Data sementara mencatat lebih dari 80 kali kebakaran kecil muncul di titik yang sama, meski tidak ada sumber api konvensional seperti listrik atau bahan bakar. Kondisi ini membuat masyarakat khawatir akan keselamatan rumah dan lingkungan mereka.