Yogyakarta Dorong Transparansi Pengadaan Lewat Aplikasi SIAP

Pemkot Yogya meluncurkan dan mengoptimalkan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pengadaan
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta terus menegaskan komitmennya terhadap transformasi digital dengan menghadirkan inovasi baru dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa. Melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), Pemkot meluncurkan dan mengoptimalkan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pengadaan (SIAP), sebuah platform digital yang terintegrasi dengan Jogja Smart Service (JSS). Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan proses pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi secara real time.

img_title Pemkot Yogya dan Bapas Kelas I Perkuat Sinergi Pidana Kerja Sosial untuk Restorative Justice

Sosialisasi dan bimbingan teknis mengenai penggunaan SIAP digelar di Hotel Grand Zuri Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Sebanyak 120 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir untuk memahami cara kerja aplikasi yang dirancang sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menegaskan bahwa SIAP bukan sekadar perangkat administratif, melainkan instrumen penting dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah. “Melalui aplikasi ini diharapkan proses pengadaan dapat dimonitor secara real time, terdokumentasi secara lebih tertib, serta mampu menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh perangkat daerah maupun pimpinan dalam melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Kepala BPBJ Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa SIAP dikembangkan untuk mengintegrasikan seluruh tahapan pengadaan secara elektronik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga pelaporan. Menurutnya, sistem ini hadir untuk meringankan tugas Pokja, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tenaga teknis, dan pelaku pengadaan lainnya. “Kalau dulu pelimpahan paket pekerjaan menggunakan dokumen kertas yang jumlahnya sangat banyak, terutama untuk pekerjaan konstruksi. Dengan aplikasi ini, dokumen dapat disimpan dalam bentuk digital sehingga lebih mudah dikelola dan mendukung konsep paperless,” jelasnya.

img_title Pemkot Yogya gandeng 500 Mitra Driver Ojol Jadi Duta Wisata Digital

Meski demikian, penerapan paperless tidak sepenuhnya menghapus dokumen fisik karena beberapa proses tata naskah dinas masih memerlukan cetakan sesuai ketentuan. Namun, kehadiran SIAP tetap memberi kemudahan signifikan. PPK dapat memantau status paket pekerjaan yang belum berjalan, sedang berjalan, maupun yang telah selesai. Pokja juga dapat mengawasi jumlah paket pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya serta progres penyelesaiannya. Ketua Tim Kerja Pengelolaan LPSE Kota Yogyakarta, Nur Iswanto, menambahkan bahwa aplikasi ini memangkas sejumlah tahapan administrasi yang sebelumnya dilakukan manual. “Sekarang progres pekerjaan dapat dipantau secara online sehingga lebih efektif dan efisien,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title