Panen Melimpah Berkat Pemupukan Berimbang di Nanggulan

Petani Nanggulan Kulonprogo terapkan pemupukan berimbang mampu mendongkrak hasil panen.
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja – Petani Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, telah berhasil membuktikan bahwa pemupukan berimbang mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan. Melalui penerapan demonstrasi plot (demplot) dengan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang tepat, produktivitas padi di wilayah ini mencapai angka luar biasa, yakni 8,288 ton gabah per hektare.

img_title Lima Kalurahan di Kulonprogo Lunas PBB-P2, Realisasi Pajak Baru 71 Persen

Nugroho, seorang petani dari Tanjungharjo, mengaku merasakan langsung dampak positif dari pola pemupukan tersebut. Dengan wajah sumringah ia menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang meningkat. “Senang melihat hasilnya lebih banyak,” ujarnya pada Senin, 22 Juni 2026. Ungkapan sederhana itu mencerminkan betapa besar arti keberhasilan ini bagi kehidupan sehari-hari para petani yang menggantungkan harapan pada sawah mereka.

Regional CEO Regional 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas pemupukan berimbang. Menurutnya, penerapan pola yang tepat tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga efisiensi penggunaan pupuk. “Hasil ini membuktikan penerapan pemupukan berimbang mampu memberikan hasil yang optimal sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk,” katanya.

img_title TMMD Sengkuyung Tahap III di Kulonprogo: Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa Kalirejo

Dalam lahan percontohan tersebut, petani menggunakan komposisi 500 kilogram Petroganik, 300 kilogram Phonska, dan 200 kilogram Urea per hektare. Kombinasi ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan hara tanaman secara seimbang, sehingga padi tumbuh lebih sehat dan menghasilkan panen yang lebih tinggi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani di wilayah lain untuk menerapkan pola pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan masing-masing.

Ihwan menambahkan, keberhasilan demplot di Nanggulan bukan hanya sekadar pencapaian lokal, tetapi juga bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Dengan hasil yang lebih baik, ketahanan pangan berkelanjutan dapat diwujudkan. “Ini menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

img_title Kemenag Kulonprogo dan Disdukcapil Tandatangani MoU Pemutakhiran Dokumen Kependudukan dan Perkawinan

Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas program uji coba pemupukan berimbang di berbagai daerah. Pendampingan kepada petani akan terus dilakukan agar pemahaman mengenai penggunaan pupuk yang tepat semakin meningkat. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada satu musim tanam, tetapi menjadi kebiasaan yang berkelanjutan sehingga produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu. “Dengan begitu diharapkan pemahaman petani mengenai penggunaan pupuk yang tepat akan meningkat yang tentu harapannya akan diikuti peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” pungkas Ihwan.

Halaman Selanjutnya
img_title