CSR Perusahaan Jadi Mitra Strategis Pemerintah Percepat Layanan Kesehatan
- Viva Jogja
VIVA Jogja –Tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Keterbatasan jangkauan layanan kesehatan, tingginya risiko stunting, hingga persoalan sanitasi mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor.
Dalam beberapa tahun terakhir, program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan berkembang menjadi salah satu instrumen yang memperkuat upaya pemerintah menjawab berbagai persoalan tersebut.
Peran CSR kini bergeser dari sekadar kegiatan filantropi menuju investasi sosial yang berdampak jangka panjang.
Program-program yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dinilai mampu melengkapi intervensi pemerintah, terutama di wilayah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas.
Penguatan kolaborasi pemerintah dan sektor swasta juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya kemitraan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satu implementasi kolaborasi tersebut dijalankan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melalui program Mobil Klinik (Monik).
Program ini menghadirkan layanan kesehatan gratis sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan medis.
Head of CSR Department TBIG, Arief Wibisono, mengatakan Monik dirancang tidak hanya memberikan layanan kuratif, tetapi juga mendorong upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, sanitasi, serta bantuan kemanusiaan.
“Program Mobil Klinik kami diselaraskan dengan SDGs nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya pada kegiatan JFC 2026 kolaborasi GWPP dan TBIG, Jumat (26/6/2026).
Hingga kini, enam unit Mobil Klinik TBIG telah beroperasi di 34 provinsi dan 170 kabupaten/kota dengan total 191.765 penerima manfaat. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, edukasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut CSR Advisor TBIG, Fahmi Sutan Alatas, keberhasilan sebuah program CSR tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah.
“Yang menarik dari program CSR TBIG adalah fokus pada value proposition yang jelas. Bersama memberikan solusi yang efektif sehingga dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan pemerintah,” kata Fahmi.