UMY Hidupkan Solidaritas Lewat “Palestine Through the Lens”

Pameran foto bertajuk “Palestine Through the Lens” di UMY
Sumber :
  • Dok Humas UMY

img_title LSP UMY Gelar Uji Kompetensi 831 Peserta, Siapkan Kerja Sama Sertifikasi Internasional

BANTUL, VIVA Jogja -  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemanusiaan Palestina melalui penyelenggaraan talkshow dan pameran foto bertajuk “Palestine Through the Lens” yang berlangsung di Amphiteater Gedung Pascasarjana, Senin (29/06/2026). Acara ini menghadirkan akademisi, jurnalis internasional, fotografer perang, hingga aktivis kemanusiaan, menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa suara rakyat Palestina tidak boleh padam.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Program Doktor dan Magister Hubungan Internasional, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Komunitas Fotka. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan AIK Fisipol UMY, Dr. Sugeng Riyanto, menegaskan bahwa konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung hampir delapan dekade adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan. “Semua bentuk kejahatan kemanusiaan seolah telah terjadi di Palestina, mulai dari penyiksaan, penculikan, pembunuhan hingga genosida. Karena itu perjuangan membela Palestina harus terus disuarakan,” ujarnya.

img_title Pemkab Sleman Dukung Penuh Pembangunan SMP MSUS oleh UMY di Banyuraden

Sugeng menambahkan, lahirnya Muhammadiyah Palestine Study Center di UMY menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui jalur pendidikan, diplomasi, dan aksi kemanusiaan. Menurutnya, dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak boleh bergantung pada dinamika politik semata, melainkan harus terus dipelihara melalui ruang-ruang edukasi yang membangun kesadaran publik.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi, melainkan juga media untuk membangun sensitivitas publik terhadap tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung. “Kami ingin masyarakat melihat Palestina dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Jangan sampai isu ini hilang dari perhatian dunia. Foto-foto yang ditampilkan diharapkan mampu menggugah hati agar masyarakat ikut menyuarakan kemerdekaan Palestina,” jelasnya.

img_title UMY Siapkan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Berstandar Cambridge, Targetkan 90 Murid Baru

Dalam sesi talkshow, fotografer Palestina Mohammed Asad mengungkapkan beratnya perjuangan jurnalis di Gaza yang tetap mendokumentasikan konflik meski menghadapi hancurnya kantor media, pemutusan internet, hingga ancaman keselamatan. Baginya, menjaga agar suara Palestina tetap terdengar adalah panggilan moral yang tidak bisa ditawar. Tantangan ini diperparah oleh bias teknologi kecerdasan buatan yang disoroti jurnalis Australia Zoe Reynold, di mana sistem AI kedapatan menolak menghasilkan visual terkait tragedi kemanusiaan di Palestina.

Halaman Selanjutnya
img_title