Pemodelan Matematika dalam Prognosis Kanker
- Humas UGM
Dengan menggunakan pemodelan matematika yang ke dua, dapat diketahui bahwa dua pasien kanker yang memiliki kondisi pemeriksaan yang mirip, memiliki pola penyebaran penyakit yang berbeda dan respon terhadap pengobatan yang berbeda. “Temuan ini juga memberikan rekomendasi dari perspektif matematika bahwa penanganan pasien kanker sebaiknya dilakukan secara personal,” tambahnya.
Berbagai kajian tentang pemodelan kanker masih terus dikembangkan sampai saat ini. Fajar berharap pemodelan matematika dalam prognosis kanker tidak hanya membantu dalam penanganan dan pengobatan kanker, tetapi juga dapat membantu mencegah munculnya penyakit kanker. “Kajian pemodelan matematika dalam prognosis kanker ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi dalam hal penanganan dan pengobatan kanker, namun juga memberikan kontribusi dalam deteksi dini dan berbagai tindakan preventif lainnya untuk mencegah penyakit kanker di masa depan,” pungkasnya.