Mahfud MD: Jangan Pernah Lupakan Sejarah
- Dok UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI periode 2019–2024, Prof Dr Mahfud MD, menegaskan pentingnya generasi muda untuk memahami sejarah bangsa sebagai fondasi membangun masa depan Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam ceramah tarawih pada sesi Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno melalui istilah “Jas Merah” atau Jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Menurutnya, sejarah menyimpan banyak pelajaran berharga yang dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan bangsa. “Kalau mau berhasil, lihat masa lalu, apa yang bikin gagal dan berhasil. Belajarlah dari sejarah, lihatlah dirimu kemarin untuk membangun masa depanmu,” ujarnya.
Mahfud menyoroti bahwa tantangan kedaulatan bangsa Indonesia masih terus muncul, terutama di tengah dinamika global. Ia menyinggung konflik di Timur Tengah yang sering memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kedaulatan Indonesia benar-benar terjaga. Menurutnya, intervensi politik dan pengaruh kekuatan tertentu dapat menggeser sistem demokrasi menuju praktik oligarki. “Tidak bisa dibantah kalau ini sudah menjadi wacana terbuka di mana-mana. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kedaulatan kita berdasar pada demokrasi, kedaulatan rakyat, atau oligarki,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mahfud menekankan bahwa memperbaiki kondisi bangsa harus dilakukan dengan niat tulus. Ia mengutip pandangan Imam Al Ghazali yang menyebutkan bahwa rusaknya rakyat disebabkan oleh pemerintahannya, dan rusaknya pemerintahan terjadi ketika cendekiawan serta ulama tidak menyampaikan ilmunya dengan benar. “Kalau ingin negara kedaulatannya berada di tangan rakyat, kebijakan harus benar-benar sesuai dengan prinsip bernegara,” ujarnya.
Mahfud juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil. Menurutnya, sebuah negara akan hancur apabila hukum tidak ditegakkan dengan benar dan terdapat ketidakadilan antara rakyat biasa dengan mereka yang berkuasa. “Akan hancur suatu negara jika diperintah dengan cara tidak adil dan zalim. Jadi, kunci kedaulatan itu adalah adanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.
Pesan Mahfud MD ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi dan refleksi untuk membangun bangsa yang berdaulat, demokratis, dan adil. Dengan memahami sejarah, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.