Dokter Gigi UMY Dorong Deteksi Dini Kanker Mulut Lewat Metode SAMURI

drg Iwan Dewanto
Sumber :
  • Humas UMY

VIVA Jogja - Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga harus menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga. Hal ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar di Indonesian Community Center KBRI Ankara, Turki. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 25 anggota komunitas GELIN Indonesia Ankara, yang terdiri dari perempuan Indonesia yang menetap di Turki.

img_title Haedar Nashir Ingatkan Pemerintah Prabowo-Gibran: Kritik Rakyat Harus Jadi Energi Perbaikan

Dalam kesempatan tersebut, dosen Fakultas Kedokteran Gigi UMY drg Iwan Dewanto, menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak sejak dini. Ia menjelaskan bahwa gigi tidak hanya berfungsi untuk estetika, tetapi juga berperan dalam proses pengunyahan, berbicara, dan pembentukan struktur wajah.

“Masih banyak orang tua yang menganggap gigi susu tidak penting karena akan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, kehilangan gigi susu terlalu dini bisa mengganggu susunan gigi dan menyebabkan gangguan gigitan di masa depan,” ujar drg Iwan dalam wawancara daring, Rabu (29/10/2025) lalu.

img_title Pemimpin Perguruan Tinggi Harus Hadirkan Terobosan, Pesan Haedar Nashir di Milad ke-35 UNISA Yogyakarta

Ia juga menyoroti masalah maloklusi gigi, kondisi di mana susunan atau gigitan gigi tidak sejajar secara normal. Menurutnya, gangguan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti bentuk rahang yang sempit, posisi benih gigi yang tidak ideal, hingga kebiasaan buruk anak seperti mengisap jari, menopang dagu, atau menggigit benda keras.

Tak jarang, orang tua memilih perawatan ortodonti seperti pemasangan behel untuk memperbaiki kondisi gigi anak. Namun, drg. Iwan mengingatkan bahwa praktik ortodonti ilegal masih marak terjadi dan dapat menimbulkan risiko serius. “Perawatan ortodonti harus berdasarkan diagnosis yang tepat dan dilakukan oleh dokter gigi yang berkompeten. Tindakan asal-asalan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada struktur gigi dan jaringan mulut,” tegasnya.

img_title UMY Targetkan 7.500 Mahasiswa Baru, Dosen Diminta Aktif Promosikan Kampus

Selain membahas kesehatan gigi anak, drg. Iwan juga mengangkat isu kanker mulut yang kerap terlambat terdeteksi di Indonesia. Ia menyebut penyakit ini sebagai kondisi kompleks yang sulit ditangani jika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan yang efektif.

Sebagai langkah preventif, drg. Iwan memperkenalkan metode SAMURI (Periksa Mulut Sendiri), sebuah pendekatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk memantau kondisi rongga mulut. Metode ini mengajak masyarakat untuk rutin memeriksa adanya perubahan warna, pembengkakan, luka, atau benjolan yang tidak biasa pada lidah, gusi, dan dinding mulut.

Halaman Selanjutnya
img_title